Cuma Dipasangi Bronjong

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Jalan Desa Mluweh-Ungaran Longsor
UNGARAN- Kerusakan jalan poros desa penghubung Desa Mluweh-Ungaran akibat longsor, segera ditangani. Untuk penanggulangan darurat, akan dipasang bronjong batu dan trucuk bambu.
Tujuannya, menghambat tanah yang terus bergerak ke bawah jurang. Saat ini tidak memungkinkan untuk dibangun permanen, karena kondisi cuaca belum mendukung. Selain itu, juga dipasang tanda larangan agar truk atau mobil angkutan berat tidak melintas di jalan tersebut.
Rabu (29/1) siang kemarin, Bupati Mundjirin dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Totit Oktorianto mengecek kondisi jalan beton yang rusak tersebut. Pengecekan dilakukan untuk kajian awal.
Bupati memerintahkan DPU melakukan langkah perbaikan darurat. Tujuannya, agar kerusakan tidak parah.
“Untuk langkah darurat, kita akan pakai dana tak terduga (TT) untuk memperkuat bronjong batu dan bagian bawah (di jurang sisi kanan dan kiri jalan) diperkuat trucuk bambu.”
Bupati mengakui, di lokasi tersebut kerap terjadi longsor. Bahkan, pada titik longsor yang menyebabkan kerusakan jalan, kerap terjadi.
Kepala DPU Totit Oktoriyanto mengatakan, pihaknya akan mengupayakan perkuatan, tidak hanya di titik longsor. Tapi, sampai ke bagian bawah (tanah penyangga) untuk mengatasi permasalahan utamanya.
Menurut Totit, titik longsor sepanjang kurang lebih delapan meter, terletak di daerah patahan. Pihaknya telah beberapa kali melakukan perbaikan. Namun, karena struktur tanahnya labil dan mudah bergerak, perbaikan dan pembangunan tak bertahan lama. “DPU telah melakukan pergeseran jalan beton dari jalur sebelumnya. Juga telah membuat bronjong.”
Dikatakan, perbaikan terakhir pernah dilakukan pada 2013 lalu. Namun, karena tanahnya labil, tetap saja terjadi longsor. “Sebaiknya memang dilakukan penguatan hingga ke bagian bawah.”
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) juga akan melakukan studi kelayakan untuk rekayasa teknik geologi mengatasi tanah bergerak yang menyebabkan jalan beton tersebut rusak. (tyo/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -