Fraksi Demokrat dan FPPP Tolak Hadir

318

Pelantikan Zaenal Arifin-HM Zaenal Arifin
MUNGKID– Fraksi Demokrat dan Fraksi PPP DPRD Kabupten Magelang menolak menghadiri pelantikan bupati dan wakil bupati setempat, kemarin. Aksi itu dilakukan lantaran dua pimpinan dari kedua partai itu tidak diundang.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sad Priyo mengaku tidak pernah mendapatkan undangaan dari panitia. Apalagi, permohonan untuk memimpin rapat paripurna istimewa itu.
Sad Priyo kemudian memerintahkan seluruh anggota fraksi untuk tidak hadir. “Karena saya merasa tidak diakui. Sebagai pimpinan juga tidak diundang sebagai calon wakil bupati juga tidak ada undangannya,” kata dia.
Sementara itu, Fraksi PPP juga menyatakan menolak hadir di rapat paripurna istimewa itu. Meskipun, ada dua anggota yang tetap hadir. “Ini sebagai bentuk solidaritas saja. Karena pimpinan kami (Mujadin Putu Murja) tidak diakui dan tidak mendapatkan undangan,” kata Ketua Fraksi PPP, Sobikin.
“Kalau ada yang hadir itu ya terserah pribadi masing-masing,” ungkapnya.
Sementara itu, meski unsur pimpinan DPRD dari PKB juga tidak diundang, hampir seluruh anggota fraksi hadir mengikuti acara di pendopo Drh Soepardi itu. “Karena sudah ada ketua definitf yang memimpin, kita hadir,” kata ketua FPKB, Abdul Malik.
Di sisi lain, kebijakan sejumlah parpol untuk tidak hadir dalam rapat paripurna disoal. Ketua Departemen DPP Partai Demokrat, Rosyid Hidayat menyebut hal itu tidak sejalan dengan amanat presiden SBY.
“Seluruh kader Partai Demokrat itu diminta untuk mendukung pemerintahan. Baik di pusat maupun daerah. Tidak peduli itu dari partai apa,” katanya usai menghadiri pelantikan.
Sehingga, dia menyayangkan sikap DPC Demokrat yang memerintahkan seluruh anggota fraksi tidak hadir. “Seherusnya demokrat mendukung bupati sekarang. Kebijakan itu tentu tidak sejalan dengan semangat SBY,” katanya.
Semenara itu, pelantikan bupati berjalan lancar. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik bupati dan wakil bupati Magelang terpilih, Zaenal Arifin SIP dan HM Zaenal Arifin SH (Zamzam).
Pelantikan Zamzam berdasarkan Surat Mendagri nomor 131.33-263 dan 132.33-264 tahun 2014. “Dalam pilkada pasti ada yang menang dan kalah. Ini bagian dari demokrasi. Jadi semua harus bisa menerima kekalahan itu dengan kejernihan hati. Kini mari kita bersama sambut era baru melalui pemimpin Kabupaten Magelang yang baru ini,” kata Ganjar Pranowo dalam sambutannya.
Menurutnya, ada banyak harapan yang diberikan masyarakat Kabupaten Magelang terhadap duo Zaenal ini. Terpenting, pemimpin itu harus tahan terhadap segala macam kritik dan cacian. Namun diharapkan, semua itu sebagai spirit untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik.
“Saya titip pesan saja. Karena tahun ini tahun politik, maka semua harus segera dipersiapkan agar Pemilu 2014 berjalan aman dan lancar. Sebagai saran saja, segera undang seluruh parpol dan caleg, ajak nontong wayang bareng dan dialog bersama. Ini penting agar Pemilu 2014 berjalan aman dan lancar,” pintanya.
Hal lainnya, pihaknya minta duo Zaenal ini segera bergerak cepat mempersiapkan APBD 2014. “Ini sudah akhir Januari, tinggal sedikit waktu untuk mengejar APBD ditetapkan. Meski demikian, APBD harus dipersiapkan lebih matang lagi. Jangan sampai terlambat, agar semua dapat terserap. Namun ada satu PR (pekerjaan rumah) yang harus juga diselesaikan oleh dua Zaenal ini. Yakni masalah perbatasan dengan Kota Magelang,” tegasnya.
Sementara Bupati Magelang Zaenal Arifin bersama wakilnya, HM Zaenal Arifin, siap mewujudkan Kabupaten Magelang yang semakin semanah (sejahtera, maju dan amanah) sesuai visi. Untuk mencapai itu, keduanya akan meningkatkan kualitas SDM dan kehidupan beragama.
Selain itu juga dengan meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana daerah, memanfaatkan dan mengelola SDM berbasis lingkungan hidup, meningkatkan kualitas penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik dan demokratis. “Terpenting adalah meningkatkan keamanan dan ketentraman masyarakat,“ katanya. (vie/lis)