Jukir Laporkan Dugaan Pungli

350

SALATIGA—Praktik pendaftaran juru parkir (jukir) di Salatiga diduga bermasalah. Disinyalir, ada oknum Dishub yang meminta uang administrasi Rp 2 juta kepada pendaftar jukir. Kasus dugaan pungli itu sudah dilaporkan ke anggota dewan setempat.
Pria berinisial Tk, 40, warga Sidorejo mengaku telah bekerja sebagai jukir di kawasan Monginsidi. Karena wilayahnya ramai, ia bermaksud melegalkan dirinya dengan mendaftar sebagai juru parkir resmi. Ia lantas mengurus ke UPTD Parkir.
“Namun sesampainya di sana, ternyata ada administrasi yang nilainya mencapai Rp 2 juta. Saat ditanya, uang tersebut disebutkan instruksi dari atas,” ucap Budi, 34, keponakan Tk, yang mendampingi Tk saat bertemu wartawan. Ia mengaku kaget dengan besaran administrasi tersebut.
“Kami keberatan dan meminta masukkan dari anggota dewan untuk mencarikan solusi. Kami butuh kerja, namun untuk membayar sebesar itu kita keberatan. Mungkin jika nilainya satu juta ke bawah, masih bisa diusahakan,” terangnya.
Anggota DPRD Kota Salatiga Septa Maya Hidayati kaget dengan fakta itu. “Saya akan mencoba mengklarifikasi permasalahan tersebut. Jangan menyulitkan masyarakat yang mencoba membuka usaha, karena mereka juga membantu pemerintah menarik pendapatan asli daerah (PAD),” jelas Sekretaris Komisi I DPRD itu.
Ia meminta dinas terkait untuk memperhatikan hal itu; dan memastikan yang bersangkutan bisa bekerja di tempat tersebut, sesuai regulasi yang berlaku. “Ada warga yang patuh aturan, jangan dipersulit.”
Terpisah, Kepala Dishubkombudpar Adi Suprapto melalui Kabag Humas Adi Setiarso membantah hal tersebut. Ia mengatakan, tidak ada pungutan apapun dalam pendaftaran jukir. “Kalau ada, silahkan tunjukkan orangnya dan akan kami tindaklanjuti,” tegas Adi. (sas/isk)