Reklame Bando Masih Marak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN- Masih banyak reklame di Kabupaten Semarang yang melanggar ketentuan. Yakni, melintang di tengah jalan. Hal itu bertentangan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 20/PRT/M/2010 tentang Konstruksi Iklan dan Media Informasi yang Melintang di Jalan.
Rencananya, Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT), telah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) Semarang terkait penataan reklame.
Kepala BPMPT Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro, mengatakan, sesuai pasal 18 ayat (3) Permen PU No 20 Tahun 2010, disebutkan bahwa pembangunan konstruksi iklan dan media informasi, tidak boleh berupa portal. Atau, jenis konstruksi lainnya yang melintang di jalan.
Pembangunan papan reklame juga dilarang melebihi bahu jalan atau menjorok ke jalan. Perbup nantinya mengakomodasi Permen PU.
“Sehingga pendirian papan reklame harus di tepi jalan, dilarang dipasang di pulau jalan. Titik jatuh paling luar konstruksi papan reklame tidak boleh masuk ke bahu jalan,” ungkap Soekendro, Rabu (29/1) kemarin.
Soekendro mengatakan, pihaknya juga tidak lagi mengeluarkan izin pendirian papan reklame yang menyentuh bahu jalan sejak 2013 lalu. Selain itu, para pemilik reklame yang melanggar aturan, telah diberi tahu. Mereka diminta segera membongkar.
Menurut Soekendro, pendirian reklame baru beralih di jalan-jalan dalam kota dan wilayah pinggiran, menyusul adanya proyek peningkatan jalan Banyumanik-Bawen.
“Masih ada reklame yang melanggar dan sudah kami minta untuk dibongkar. Penertiban reklame yang melanggar juga sudah berjalan.”
Sementara itu, untuk pendirian iklan jenis bando (papan reklame melintang di jalan), sejak 2012 lalu, BPMPT sudah tidak memberikan izin.
Keberadaan bando lama yang ada di sejumlah ruas jalan utama Semarang-Bawen, masih tetap dipertahankan. Reklame bando yang ada saat ini sudah menjadi milik Pemkab. Sebab, perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga sudah selesai.
Terpisah, Kepala Bidang Pendapatan DPPKAD Kabupaten Semarang Aris Abadi menjelaskan, potensi pendapatan pajak reklame sekitar Rp 600 juta. Reklame itu berada di tepi jalan raya Ungaran-Bawen. Potensi itu hilang menyusul adanya proyek peningkatan jalan Banyumanik-Bawen. (tyo/isk)

Berita sebelumyaTolak Order demi Jaga Mutu
Berita berikutnyaCuma Dipasangi Bronjong
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -