SDN Tambakrejo 3 Diusulkan Pindah

351

TAMBAKREJO – Banjir yang menggenangi sejumlah sekolah membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu. Penanganan dengan cara meninggikan fondasi sekolah juga dirasa kurang efektif. Karena air akan berpindah ke titik lain yang lebih rendah, utamanya di lingkungan sekitar sekolah. Untuk itu muncul usulan sekolah yang sering kebanjiran segera direlokasi.
Seperti di SDN Tambakrejo 3, Kecamatan Gayamsari. Genangan air di sekolah tersebut mencapai 10 sentimeter. Genangan air masuk ke teras sekolah sehingga membuat kondisi sekolah jadi kumuh. Siswa terpaksa sebagian harus memakai sandal jepit. Karena untuk masuk ke dalam ruang kelas harus melewati genangan air. Sementara ruang kelas yang sudah ditinggikan lantainya tetap basah. Terdapat enam ruang kelas di sekolah tersebut, yang dibangun secara bertingkat. Ruang kelas 1-3 berada di bawah yang selalu terimbas langsung jika ada banjir. Sementara ruang kelas 4-6 berada di lantai dua. Jika terjadi hujan lebat, maka air akan masuk ke ruang kelas yang ada di lantai bawah.
Halaman sekolah di depan dan belakang sudah ditinggikan, sehingga justru memperparah genangan air. Peninggian itu membuat genangan air di teras sekolah tidak dapat dibuang melalui saluran. ”Kami sudah pernah meminta teras supaya ditinggikan sama lantai yang bawah supaya representatif, tapi katanya tidak bisa karena bangunannya bertingkat,” kata Kepala SDN Tambakrejo 3 Totok Sugianto ditemui di sekolahnya, kemarin.
Totok mengatakan, sekolahnya memiliki 141 siswa. Meskipun banjir, namun mereka tetap diwajibkan masuk sekolah karena mengejar target kurikulum. Proses pembelajaran tetap berjalan seperti biasa sampai jam terakhir. ”Namun jika ada hujan lebat, kadang siswa harus dipulangkan lebih awal,” ujarnya.
Pengawas TK-SD Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Gayamsari, Suhartatik mengatakan, kejadian kebanjiran SDN Tambakrejo 3 sudah terjadi sekitar 10 tahun terakhir. Apabila terus terjadi seperti ini, pihaknya mengusulkan agar sebaiknya sekolah ditutup. Kemudian anak didiknya digabungkan dengan siswa-siswa di SDN Tambakrejo 1.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan meminta UPTD Pendidikan Kecamatan Gayamsari untuk mengkaji kondisi banjir di sekolah tersebut. Selain itu akan meminta Dinas Pendidikan memprioritaskan anggaran untuk membantu permasalahan banjirnya. ”Itu mungkin solusinya bisa dipasang pompa penyedot air yang menggenangi bagian teras sekolah. Karena sekolahnya kan dua lantai. Namun kami perintahkan Dinas Pendidikan dan UPTD nanti untuk segera mengkaji,” tandasnya. (zal/ton/ce1)