Barang Bekas Menumpuk di RSUD

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

AMBARAWA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa kesulitan untuk mengembangkan bangunan.
Alasannya, masih ada ratusan barang bekas yang masih menjadi aset Pemkab, menumpuk di dua gudang. Sejumlah barang bekas tersebut, antara lain, kipas angin, komputer dan televisi, kulkas, dan lampu operasi. Juga peralatan elektronik dan peralatan kesehatan. Karena tempatnya tidak muat, sejumlah dipan bekas diletakkan di pinggiran ruang perawatan.
Pihak rumah sakit sudah melakukan pengajuan penghapusan aset tersebut. Sehingga gudang bisa dimanfaatkan menjadi ruang pusat sterilisasi alat-alat medis.
Dirut RSUD Ambarawa dr Rini Susilowati mengatakan, ruang pusat sterilisasi sangat dibutuhkan. Dengan adanya ruangan tersebut, akan lebih mudah dalam pengelolaan. Sebab, selama ini, sterilisasi peralatan medis berada di masing-masing unit penanganan.
”Idealnya ada ruang sentral sterilisasi peralatan medis. Sehingga kalau ada tindakan operasi, tinggal ambil dari ruangan itu. Saat ini sterilisasi baru ada di masing-masing tempat.”
Meski begitu, menurut Rini, pihaknya kesulitan melakukan penataan. Sebab, lokasi yang rencananya akan digunakan untuk ruangan tersebut, masih ada ratusan jenis barang bekas.
Menurut Rini, ada sebagian barang yang masih bagus, terpaksa dihibahkan ke sejumlah Puskesmas.
”Sebenarnya kita akan pakai gudang barang bekas, tempatnya mencukupi. Hanya saja masih banyak barang bekas di sana. Untuk itu harus dilakukan penghapusan aset lewat Pemkab, sehingga gudang dapat dikosongkan kemudian dibangun.”
Rini melanjutkan, pihaknya sudah mengajukan penghapusan aset yang sudah rusak ke Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah (DPPKAD) pada Oktober 2013. DPPKAD juga sudah melakukan pengecekan. ”Harapan kami segera dilakukan penghapusan.”
Anggota DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong meminta aset tidak berguna di rumah sakit untuk dihapuskan.
”Kami men-support agar rumah sakit itu lebih baik lagi. Saat ini sudah baik, tapi akan lebih baik jika aset yang tidak berguna itu dibuang dengan penghapusan melalui aset daerah.” (tyo/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -