Eks Kades Rowoboni Ditetapkan Tersangka

330

Penyelewengan Kas Desa
AMBARAWA — Mantan Kepala Desa (Kades) Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, NM, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Ambarawa. NM diduga korupsi kas desa atas hasil sewa tanah bondo desa.
Tanah yang disewakan oleh tersangka, terdiri atas satu petak tanah seluas 9.500 meter persegi (m2), 4 petak tanah seluas 4.000 m2, dan 9 petak tanah seluas 5.000 m2.
Kerugian negara dalam kasus tersebut, diperkirakan mencapai Rp 87 juta. NM ditetapkan sebagai tersangka, setelah Kejari menemukan adanya bukti-bukti dan keterangan saksi yang menguatkan tindakan tersangka.
Kepala Kejari Ambarawa, Sila H. Pulungan, mengatakan, pihaknya telah mengorek keterangan sejumlah saksi. Kejari juga telah menyita barang bukti terkait dugaan kasus korupsi tersebut.
”Penanganan kasus dugaan penyimpangan hasil sewa tanah bondo desa Rowoboni sudah masuk tahap penyidikan. Mantan kades Rowoboni berinisial NM sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Sila didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Ambarawa, Agus Darmawijaya, Kamis (30/1) siang.
Agus menambahkan, bukti-bukti yang menguatkan perbuatan tersangka sudah dikantongi para jaksa. Antara lain, dokumen dan surat-surat serta keterangan saksi.
Agus juga mengatakan, hasil sewa atas tanah milik desa, seharusnya dimasukkan ke kas desa. Namun, oleh tersangka, uangnya diduga digunakan untuk kepentingan pribadi. Nilai kerugian negara masih dikonsultasikan ke Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan.
”Tersangka dikenai pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Saat ini tersangka belum ditahan.” (tyo/isk/ce1)