Belum Diresmikan, GOR Sudah Retak

347

WONOSOBO – Bangunan Gedung Olahraga (GOR) Indoor Kabupaten Wonosobo yang terletak di Desa Wonolelo sudah selesai pembangunannya. Namun, belum diresmikan, bangunan gedung yang dikerjakan PT Reka Estu Utama Semarang itu, sudah retak-retak. Bahkan satu titik tembok tumpuan tulang utama atap, ada yang sudah ambrol.
Pantauan Radar Semarang GOR Indoor yang dibangun dengan anggaran pemerintah pusat senilai Rp 8,3 miliar lebih itu, sudah selesai pengerjaannya. Namun, saat didekati bangunan tembok tampak retak. Di antaranya, pada bagian beton plafon depan atau topi bangunan retak-retak, ketika masuk ke dalam ruangan. Retakan tembok terdapat dibanyak tempat, di antaranya pada tembok atas tiang, kemudian yang terlihat kerusakan menonjol pada tembok untuk menanam tulang penguat atap, bahkan temboknya ambrol.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Supriyanto, bahwa pembangunan GOR itu masih dalam masa pemeliharaan. Mengenai keretakan, pihaknya sudah sempat mendapatkan laporan, namun belum mengecek ke lokasi.
“Kami dengar dari petugas yang jaga, karena ada gempa terjadi retak-retak,” katanya.
Karena masih dalam masa pemeliharaan, kata Supriyanto, pihaknya akan segera meminta kepada perusahaan yang mengerjakan pembangunan yakni PT Reka Estu Utama Semarang, untuk segera memperbaiki kualitas bangunan. Termasuk yang disnyalir karena dampak gempa pada pekan lalu.
“Kkami akan minta segera kepada pihak ketiga yang mengerjakan, segera memperbaiki sebelum proyek diserahkan kepada pemkab,” ujarnya.
Terpisah Ketua Komisi C DPRD Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, Pemkab dalam hal ini DPU harus segera melakukan komunikasi dengan pihak rekanan yang membangun GOR, segera memperbaiki kualitas bangunan. Karena masih dalam masa pemeliharaan, pihak ketiga wajib melakukan perbaikan.
“Entah karena gempa atau karena kualitas bangunan yang buruk, DPU harus segera meminta pemborong memperbaiki GOR,” tuturnya.
Afif mengatakan, apabila pihak rekanan tidak segera memperbaiki bangunan, maka dampaknya akan lebih buruk. Karena akan mengancam para atlet yang akan menggunakan gedung tersebut. Selain itu, pada masa pengerjaan, juga sudah molor dan dilakukan perpanjangan.
“Pembangunan GOR sudah ditambah waktunya, karena waktu membangun alasan musim yang kurang tepat. Dari kasus ini, harus dilakukan evaluasi, apakah keretakan murni karena gempa, atau memang kualitas bangunannya yang buruk,”pungkasnya. (ali/lis)