Disoal, Jam Mengajar Kasek

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA — Besarnya gaji yang diterima para guru bersertifikasi, harus diimbangi dengan jam mengajar yang padat. Termasuk, para kepala sekolah (kasek) di sekolah menengah yang memiliki jadwal wajib jam mengajar sedikitnya 6 jam dalam seminggu agar tetap bersertifikasi.
Disinyalir, masih ada kasek bersertifikasi tidak mematuhi ketentuan aturan jam mengajar. Modusnya, guru yang mengajar pada saat jam kepala sekolah, digantikan oleh guru lain.
”Kami meminta bantuan kepada dinas atau DPRD untuk mengingatkan permasalahan ini. Tugas utama kepala sekolah adalah melaksanakan proses pembelajaran selama enam jam. Jabatan kepala sekolah adalah tugas tambahan,” tutur salah satu guru yang tidak mau namanya disebutkan saat bertemu wartawan, kemarin.
Ia menuturkan, banyak contoh dan sangat mudah untuk membuktikan. Salah satunya, dengan meminta jadwal mengajar para kasek dan menanyakannya kepada anak didik, siapa guru yang mengajar. ”Ada juga yang mengajar guru GTT, dan biasanya mereka hanya bisa mengeluh di belakang,” tutur sumber itu.
Terpisah, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kota Salatiga, Beni Ridwan mengakui permasalahan tersebut. Menurut Beni, masalah itu sudah jadi problem nasional dan di mana pun terjadi. ”Kan ada pengawas, juga tim audit kinerja guru. Mereka seharusnya lebih mengetahui permasalahan itu,” sentil Beni.
Beni meminta para pengawas sekolah tidak pekewuh mengingatkan kewajiban para kepala sekolah untuk mematuhi jam mengajar. ”Ini bisa diatasi dengan manajemen yang bagus. Kami harapkan para guru yang mengetahui permasalahan seperti itu, bisa melapor ke DPK untuk ditindaklanjuti. Kami siap,” tegas Beni.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tedjo Supriyanto melalui Kabag Humas Adi Setiarso mengaku belum mengetahui permasalahan tersebut.
”Kami berterima kasih atas masukan tersebut dan segera melakukan evaluasi dan klarifikasi. Kami yakin, semua bertujuan untuk menjadikan pendidikan Salatiga menjadi lebih baik,” terang Adi melalui telepon pribadinya, kemarin siang. (sas/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -