Kendaraan Bersirine Akan Ditindak

297

KARANGAYU — Banyaknya kendaraan umum yang menggunakan sirene atau klakson keras, membuat Satlantas Polrestabes Semarang geram. Bunyi sirine atau klakson keras kerap membuat celaka pengendara lain serta merupakan bentuk pelanggaran lalu lintas di jalanan. Satlantas berjanji akan menindak tegas kendaraan yang sudah dimodifikasi seperti itu.
Kepala Satlantas Polrestabes Semarang AKBP Windro Akbar menegaskan, sesuai UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009 pasal 59 ayat 5, lampu isyarat dan sirene hanya boleh digunakan kendaraan tertentu. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan mobil petugas kepolisian, lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan mobil tahanan, pengawalan tentara, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, serta jenazah.
”Untuk lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas serta angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus. Selain kendaraan itu tidak diperbolehkan untuk menggunakannya,” katanya.
Windro berjanji akan menindak tegas setiap kendaraan yang memasang lampu isyarat dan sirene, serta klakson modifikasi. Pengendara yang melanggar, dapat dikenakan pidana sesuai dengan UU No 22 Tahun 2009, dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. ”Siapa pun yang memakai sirene atau knalpot modifikasi pasti akan kami tindak tegas. Seluruh jajaran sudah diinstruksikan untuk menindaknya,” tegasnya.
Windro berjanji akan terus bekerja maksimal untuk menekan angka kecelakaan di Semarang. Diakui kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih cukup minim. Sepanjang 2013 terjadi 957 kecelakaan dengan jumlah meninggal dunia 196 orang. ”Banyak pengendara tidak memakai helm, berboncengan lebih dari satu orang. Itu membuktikan jika masih banyak warga yang tidak peduli dengan keselamatan di jalan,” tambahnya. (fth/ton/ce1)