KPU Gelontor Sosialisasi Rp 3,9 M

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng mengalokasikan anggaran Rp 3,9 miliar untuk menyosialisasikan Pemilu 2014. Harapannya bisa mencapai target partisipasi pemilih sebesar 75 persen di Provinsi Jateng.
Anggota KPU Jateng Divisi Sosialisasi dan Humas, Wahyu Setiawan mengatakan bahwa target partisipasi pemilih sebesar 75 persen merupakan ketentuan dari KPU pusat yang berlaku secara nasional. Sosialisasi sangat penting untuk menarik masyarakat bersedia datang ke tempat pemungutan suara (TPS).
”KPU akan mengerahkan segala daya untuk melakukan sosialisasi guna mencapai target partisipasi pemilih di Jateng sebesar 75 persen,” katanya.
Wahyu mengatakan target partisipasi pemilih 75 persen tersebut bukanlah pekerjaan yang enteng. Sebab pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013, partisipasi pemilih di Jateng hanya sebesar 54 persen. Untuk menggenjot pemilih menjadi 75 persen, lanjutnya, diperlukan dukungan semua pihak. ”Kalau hanya dibebankan KPU saja, tidak akan tercapai,” ungkapnya.
Dikatakan, untuk mencapai target itu, KPU mengalokasikan anggaran Rp 3,9 miliar untuk kegiatan sosialisasi antara lain untuk beriklan di media massa cetak dan elektronik, pemasangan selebaran dan stiker. Selain itu, masih ada gerak jalan dan karnaval serentak pada Maret mendatang, pengadaan modul, serta membentuk Relawan Demokrasi di 35 kabupaten/kota.
Setiap kabupaten/kota terdapat 5 Relawan Demokrasi yang beranggotakan berbagai komponen masyarakat, dengan pemilih perempuan, kelompok agama, pemilih pemula, pemilih marjinal, dan pemilih difabel. ”Jumlah total Relawan Demokrasi se-Jateng sebanyak 875 orang. Mereka mendapatkan gaji Rp 350 ribu per orang per bulan,” ungkapnya.
KPU Jateng juga telah menjalin kerja sama dengan ormas Islam Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan ormas lainnya. Semua kelompok masyarakat akan didekati untuk menyuksekan Pemilu 2014.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Jateng, Arif Awaludin menyatakan untuk mencapai 75 persen partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 KPU tidak cukup bergantung pada sosialisasi. Namun, KPU juga harus membangun sinergitas dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, supaya tidak terjadi benturan.
Sebab, menurut politisi dari PKS ini, di lapangan sering terjadi ketika ada warga membantu sosialisasi pemilu dicurigai Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) kabupaten/kota sebagai kegiatan kampanye. ”Tanpa adanya sinergitas dan kesepahaman antara KPU dan Bawaslu, maka target 75 persen partisipasi pemilih di Jateng sulit tercapai,” paparnya. (ric/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -