Lamban, Belum Ada Tersangka

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Penipuan Calo CPNS
BARUSARI — Maraknya aksi penipuan dengan modus akan meloloskan seseorang menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) membuat jajaran Satreskrim Polrestabes Semarang harus bekerja lebih keras. Proses penyelidikan terkesan lamban. Selama 2 bulan terakhir ini, banyak laporan penipuan calo CPNS yang masuk ke Polrestabes Semarang, tapi belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto berdalih, anak buahnya masih terus menyelidiki kasus penipuan modus CPNS tersebut. ”Masih terus kami dalami, sejumlah saksi dan terlapor sudah dimintai keterangan,” kata Wika.
Wika mengaku sudah bekerja maksimal untuk membongkar kasus tersebut. Meski sampai sekarang, belum seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Sepanjang Januari 2014 setidaknya ada enam orang melapor telah tertipu dengan modus CPNS. ”Jika nanti terbukti, terlapor pasti akan langsung ditetapkan tersangka. Tapi semua membutuhkan proses dan saat ini masih berjalan,” tambahnya.
Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Willer Napitupulu mengimbau agar masyarakat Semarang lebih waspada dan selektif. Jangan mudah percaya jika ditawari bisa masuk CPNS asalkan dengan membayar sejumlah uang. ”Penipuan modus CPNS ini modus baru, masyarakat jangan mudah percaya. Jika ada yang menawari bisa membantu, itu jelas penipuan,” katanya.
Terakhir, Ika Prawita Sari, 24, warga Srondol Kulon, Banyumanik mengaku tertipu Rp 46,2 juta. Ia awalnya ditawari AF untuk dibantu menjadi CPNS di Dinas Kesehatan Pemkab Jepara Desember 2013. Tapi begitu sudah membayar, ia tidak kunjung menjadi CPNS.
Sebelumnya kasus serupa dialami Asmiati, 43, dan Rochiat, warga Jalan Notomudigdo, Pegulan, Kendal. Mereka harus merelakan uang Rp 53,7 juta miliknya raib saat hendak memasukkan keluarganya menjadi CPNS. Terlapor adalah S, warga Tegalsari Semarang. (fth/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -