Pemkab Diminta Tata Wajah Kota

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang diminta menata wajah kota, seiring proyek pelebaran jalan Banyumanik-Bawen. Termasuk, di menata titik reklame dan pembongkaran bando karena melanggar aturan.
Permintaan itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto, yang menyarankan agar Kabupaten Semarang segera membenahi tata kota. Sebab, menurut Bambang, saat inilah kesempatan menata kota ketika sudah mulai dilakukan pelebaran dan peningkatan jalan utama Banyumanik (Semarang)-Bawen (Kabupaten Semarang).
Bambang mengatakan, penataan wilayah perkotaan bisa dimulai dengan penataan reklame berbagai jenis. Termasuk, bando yang ada di sepanjang jalan tersebut.
Apalagi, dengan sudah terbitnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 20/PRT/M/2010 yang melarang reklame melintang di jalan.
”Kalau peraturan menteri tidak membolehkan ditambah izinnya sudah habis untuk jenis reklame bando dan reklame menjorok ke bahu jalan, ya harus dibongkar saja. Sebab bando dan reklame yang tidak teratur terkesan kumuh.”
Bambang juga menilai, pendapatan retribusi dan pajak dari reklame jenis bando tidak signifikan dengan keindahan kota. Menurut Bambang, jika hanya mengejar pendapatan tidak disinkronkan dengan keindahan kota, maka tata kota akan menjadi buruk.
”Jadi jangan gampang mengeluarkan izin reklame atau bangunan lainnya, sehingga kota menjadi kumuh.”
Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Kusulistyono meminta agar pelaksana proyek pelebaran jalan tidak asal membongkar sejumlah fasilitas umum seperti trotoar. Sebab, masih banyak material trotoar yang masih bisa dimanfaatkan karena kondisinya masih bagus.
”Saya melihat trotoar yang kena pelebaran jalan dibongkar, lalu pavingnya ikut diangkut dalam truk bersama material tanah dan batu. Kalau bisa jangan dibuang, semestinya dikumpulkan karena itu aset negara. Atau dihibahkan kepada masyarakat malah bisa bermanfaat,” kata Kusulistyono.
Seperti diberitakan koran ini kemarin, Pemkab akan mengeluarkan peraturan bupati (Perbup) untuk mengakomodasi Permen PU terkait larangan reklame melintang di jalan. Salah satunya, dinas terkait tak akan mengeluarkan izin reklame jenis bando. (tyo/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -