Tas Rajutan Sampah Plastik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

JOMBLANG — Tas daur ulang kembali digemari. Tas dari barang bekas itu tak kalah mewahnya dibanding tas berbahan dasar nonlimbah. Seperti tas jinjing hasil daur ulang sampah plastik karya kelompok usaha Alam Pesona Lestari (APL) Jomblang ini. Plastik kemasan yang tak terpakai dianyam menjadi produk tas yang menawan. Hasilnya mirip tas rajutan.
Ada juga sejumlah clutch dari kemasan minuman sachet. Pembuatannya juga tak terlalu rumit. Usai dicuci bersih, kemasan sachet lantas digunting, dilipat kemudian dikaitkan satu per satu. Kuncinya adalah kreatif menata warna.
”Kalau bikin-bikin seperti ini kita mainnya di kreativitas. Menggunting atau melipat semuanya pasti bisa. Tapi, kita olah lagi, agar model serta warnanya pas,” ujar ketua kelompok usaha APL Jomblang, Sri Ismiyati di sela peresmian Galeri Daur Ulang Limbah Kemasan Marimas belum lama ini.
Selain tas-tas perempuan, lanjutnya, permintaan terbanyak saat ini justru tas-tas untuk seminar. Ukuran yang beragam, serta model yang bisa dimodifikasi, membuat produknya banyak diminati. ”Pesannya bisa sampai ratusan buah,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa Bu Sur ini mengaku cukup banyak kendala dalam proses pembuatan. Mulai dari pengumpulan bahan, proses pencucian, pengeringan, hingga tenaga untuk menjahit. Namun perlahan, mulai bisa diatasi.
”Karena pesanan banyak, bahan dasar tentu kita butuh banyak. Karena itu, kita kerja sama dengan Marimas. Proses pencucian dari manual sekarang pakai mesin cuci. Sedangkan tenaga, kita berdayakan ibu-ibu di lingkungan sekitar maupun kelompok binaan,” ujarnya.
Branch Manager Marimas, Poppy Sri Harwati menambahkan, bentuk kerja sama pihaknya dengan komunitas ini tak sekadar dari segi materi. Namun juga memfasilitasi kelompok binaan lain, untuk mendapatkan lebih banyak teknik dengan berbagai pelatihan.
”Kita biasanya undang Bu Sur memberikan pelatihan kepada sejumlah kelompok binaan kami. Kemudian selain memberikan limbah kemasan, kami juga membeli kembali produk hasil yang telah didaur ulang,” katanya. (dna/aro/ce1)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. saya tertarik dengan kegiatan ibu, boleh minta kontak personnya untuk mengetahui lebih detail tentang kegiatan ini ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -