Ubah Karakter Birokrat Perlu Keteladanan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SRONDOL – Keteladanan pemimpin dibutuhkan untuk membentuk karakter pegawai negeri sipil (PNS) berorientasi pelayanan publik dan berwawasan global. Selama ini PNS lekat dengan birokrasi yang korup dan budaya pelayanan yang rendah.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) Jateng Lilin Budiati di sela seminar nasional ”Pengembangan Kapasitas dan Inovasi Aparatur untuk Membentuk Pemimpin Peubahan” di Balai Diklat Srondol, Jumat (31/1). Menurutnya birokrasi korup dan budaya pelayanan rendah yang lekat dengan PNS di antaranya dapat terlihat dari pelayanan publik yang lama dan di setiap meja harus ada ”amplop”.
Padahal untuk menuju PNS berkelas dunia seperti yang dicita-citakan, para abdi negara harus memiliki karakter profesional, kompeten, tunduk pada etika profesi, dan mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan. Tidak hanya itu, PNS harus memiliki integritas, berorientasi kepublikan, budaya pelayanan tinggi, dan berwawasan global. ”Namun kenyataan menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kualitas PNS saat ini dengan kualitas berkelas dunia,” katanya.
Menurutnya dibutuhkan pemimpin yang cakap untuk mengubah budaya PNS tersebut. Pemimpin tersebut harus memiliki 4I yaitu idealism, inspiration, intellectual capacity, dan individualized consideration. ”Pemimpin harus melihat apakah kebijakan yang dibuat bermanfaat bagi para individu PNS,” ujarnya.
Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Achmad Slamet menyatakan untuk membentuk pemimpin, perubahan harus disiapkan sejak dini melalui penerapan kurikulum pendidikan yang baik. Dia menambahkan indikator keberhasilan implementasi kurikulum 2013 adalah peserta didik lebih produktif, kreatif, inovatif, afektif dan lebih senang belajar. Sementara pendidik dan tenaga kependidikan lebih bergairah dalam melakukan proses pembelajaran. (ric/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -