Among Tani, Tradisi Wiwit Panen

349

TEMANGGUNG—Memulai pekerjaan dimulai dengan doa untuk mencapai hasil yang diharapkan. Hal tersebut dilakukan para petani di Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo. Memulai musim tanam, para petani di daerah lereng Gunung Sumbing ini mengawalinya dengan doa bersama untuk mengharapkan hasil panen yang melimpah.
Masing-masing warga membawa tumpeng dengan alas piring menuju ladang di kawasan Sedengkeng, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo. Setelah berkumpul, mereka berdoa bersama dipimpin seorang tokoh agama setempat. Usai berdoa, mereka memakan nasi tumpeng bersama-sama.
Kepala Desa Legoksari, Subakir mengatakan, among tebal merupakan tradisi warga yang dilakukan setiap tahun menjelang mengolah tanah untuk ditanami. ”Setelah mengolah tanah, para petani di sini sebelum menanam tembakau biasanya menanam bawang merah. Namun hal ini disesuaikan dengan kondisi kalau sudah mepet waktu menanam tembakau biasanya tidak menanam bawang merah,” katanya.
Ia menuturkan, dalam ritual ini warga membawa tumpeng golong agung, yakni berupa tumpeng nasi putih dan di atasnya terdapat telur dadar. Lanjut dia, kegiatan ini diikuti seluruh warga desa. Dan dinamakan among tani golong gilig dengan maksud untuk mempersatukan para petani, biasanya dilaksanakan pada mongso ketujuh sesuai penanggalan Jawa. Yakni antara bulan Januari-Maret dan harinya dipilih Jumat kliwon.
Sebelum kegiatan among tani dilakukan, di tempat yang sama pada Kamis (30/1) malam dilakukan mujahadah yang diikuti warga. ”Kegiatan ini untuk memohon kepada Tuhan, agar apa yang kami kerjakan diberi keselamatan dan yang menggarap juga diberi keselamatan serta diberi hasil panen yang bagus,” tandasnya. (zah/lis)