Sudah 26 Warga Terjangkit, 10 Kecamatan Endemis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Awal Tahun Waspadai Penyakit Demam Berdarah Dengue

Awal tahun 2014 ini ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Magelang patut diwaspadai. Bagaimana tidak, sejauh ini sudah ada 26 warga yang terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk ini.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Magelang, Darsiwan, mengatakan dari 26 kasus, delapan orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Beruntung, semua korban masih bisa diselamatkan.
Dari kasus ini, kata dia, jumlah terbesar ada di Muntilan. ”Ada 16 kasus berada di Kecamatan Muntilan. Sementara, 10 kasus lainnya berada di wilayah Kecamatan Mertoyudan dan Mungkid,” kata dia.
Tiga wilayah kecamatan tersebut, menurut Darsiwan merupakan wilayah endemis DBD. Pihaknya memetakan ada sekitar sepuluh kecamatan yang merupakan daerah endemis DBD, seperti Secang, Mungkid, Bandongan, Mertoyudan, Borobudur, Muntilan, Salam, Sawangan, Dukun, dan Kota Mungkid. Menurutnya, DBD cukup banyak diidap oleh warga yang utamanya berada di wilayah dekat dengan perkotaan.
“Wilayah tersebut berada di jalur jalan raya dan perkotaan, yang rentan terhadap DBD,” ujarnya. Sebagai langkah awal, kata dia, fogging (pengasapan) sudah dilakukan di wilayah Muntilan, yakni di Desa Tamanagung dan Sriwedari. Dia juga mengatakan, pengasapan akan terus dilakukan untuk membasmi jentik-jentik nyamuk aedes aegypti.
“Kami sepanjang tahun ini juga lebih banyak melakukan fogging di daerah endemis,” paparnya.
Untuk tahun ini, pihaknya sudah merencanakan akan melakukan fogging sebanyak 70 kali, agar kasus ini dapat dicegah. Selain faktor wilayah, kata dia, DBD juga dipengaruhi oleh pergantian musim dan juga pola kebersihan masyarakat. Ia menyebut, banyaknya genangan di lingkungan perumahan, bisa memicu terjadinya penyakit ini. Sebab, nyamuk aedes aegypti akan lebih mudah berkembang biak di wilayah tersebut.
Pihaknya juga terus berupaya menyosialisasikan beberapa langkah pencegahan seperti, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M (mengubur, menguras dan menutup).
Termasuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat. “Kami juga meminta masyarakat untuk segera melakukan kerja bakti dan bersih-bersih lingkungan untuk menghilangkan tempat bertelur nyamuk,” paparnya.
Kepala Desa Tamanagung Keca­matan Muntilan, Widarto mengatakan, fogging sudah dilakukan oleh dinkes di wilayahnya. Hal itu dilakukan sebagai pencegahan terhadap berkembangnya nyamuk yang menyebabkan DBD. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -