Tiga Perusahaan Ajukan Sanggahan

331

Kemenangan Hutama Karya Lelang Pasar

TEMANGGUNG—Kemenangan PT Hutama Karya dalam lelang pembangunan Pasar Legi Parakan membuat tiga perusahaan peserta lelang lainnya mengajukan sanggahan. Tiga perusahaan tersebut masing-masing PT Relis Sapindo Utama, PT Ampuh Sejahtera dan PT Nindya Karya. Ketiga perusahaan tersebut mengklaim kemenangan PT Hutama Karya dalam proyek terbesar di Kabupaten Temanggung ini tidak sah.
Deputi Bidang Sanggah PT Relis Sa­pindo Utama, Miskar Maini me­maparkan, kemenangan PT Hu­­tama Karya harus dicermati le­­bih dalam. Sebab dalam proses lelang, PT Hutama Karya berada pada urutan kelima penawar terendah. “Sanggahan yang kami ajukan setebal 22 halaman berisi tentang penjelasan tersebut. Di antaranya ada ketidaksesuaian spesifikasi material yang digunakan, yakni besi yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan,” katanya.
PT Relis Sapindo Utama merupakan penawar terendah dengan spesifikasi yang sudah sesuai dengan perencanaan yang di­susun PT Yodya Karya sebagai manajemen konstruksi. Pihaknya menemukan penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Perpres No. 70/2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam dokumen lelang yang ditawarkan.
“Kami juga menemukan adanya dugaan intervensi secara langsung maupun tidak langsung terhadap proses evaluasi penawaran maupun penentuan pemenangn lelang dari pihak lain. Bukti kami sudah lengkap dan sudah kami ajukan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan kami tembuskan ke ICW dan KPK,” paparnya.
Ia menjelaskan, aduan yang disampaikan dua perusahaan lainnya fokus pada proses lelang yang dinilai tidak fair. PT Hutama Karya dinilai tidak fair dengan melakukan koreksi aritmatik sehingga menurunkan nilai tawar sebanyak Rp 1,6 miliar setelah proses klarifikasi. “Ini jelas tidak fair, dari harga penawaran awal dilakukan koreksi aritmatik bisa turun sekitar Rp 1,6 miliar. Dan ini dilakukan setelah proses klarifikasi,” terangnya.
Proyek dengan nilai Rp 99 miliar dengan HPS Rp 93,4 miliar ini tawaran paling rendah oleh PT Relis Sapindo Utama Jakarta dengan nilai Rp 82,5 miliar. Pada posisi kedua PT Ampuh Sejahtera Sukoharjo dengan nilai lelang Rp 83,5 miliar. Posisi ketiga ditempati oleh PT Arkindo dengan nilai tawar Rp 84 miliar. PT Nindya Karya menawar dengan nilai Rp 84,9 miliar dan PT Hutama Karya pada nilai tawar yang ditampilkan di LPSE senilai Rp 85 miliar.
Anggota Komisi C DPRD Te­mang­gung, Mattoha menambahkan, Pemerintah Kabupaten Temanggung diminta untuk lebih aktif dalam menjalankan proses lelang. Hal tersebut dilakukan agar proses pembangunan tidak terus mengalami penundaan seperti yang telah terjadi sebelumnya. “Selama 16 bulan terhitung dari setelah penandatanganan perjanjian kerja sama,” katanya. (zah/lis)