15 Pohon Perindang Jalan Ditebang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Sekitar 15 pohon pengayom dari ratusan pohon pengayom di sejumlah jalan raya di Kabupaten Temanggung terpaksa harus ditebang, karena sudah berusia tua dan mati (mengering). Sebab, jika tidak ditebang akan mengkhawatirkan serta membahayakan bagi para pengguna jalan.
”Sebenarnya, pohon tua dan sudah kering lebih banyak, namun untuk proses penambangan pohon pengayom tidak mudah, karena harus mendapat rekomendasi dari berbagai instansi terkait. Sehingga, tidak bisa sembarangan menebang pohon pengayom,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Temanggung, Pardiono.
Dia menjelaskan, sebelum ditebang maka terlebih dulu dilakukan survei oleh tim DPU, Badan Lingkungan Hidup (BLH) serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan setempat. Dijelaskan, setelah diteliti kemudian dilakukan lelang terlebih dulu sebelum ditebang.
”Harga pohon tersebut berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per kubik,” paparnya.
Diakui, penebangan pohon pengayom jalan raya itu yang ditebang DPU terbatas pada pohon pengayom yang berada pada jalan kabupaten atau di bawah wewenang dinas PU, sedangkan untuk pohon pengayom di sepanjang pinggir jalan raya yang merupakan wewenang propinsi dan nasional bukan wewenang PU, melainkan penebangan dilakukan oleh Bina Marga.
Pardiono menjelaskan, kelimabelas pohon yan harus ditebang tersebut di Caruban (Kandangan), Kaloran serta Jalan Sarbini, Sroyo (Temanggung). Pardiono memperkirakan, mengeringnya pohon pengayom tersebut di samping karena usia tua, juga ada kesengajaan dari warga masyarakat yang mematikan pohon itu, karena dinilai mengganggu.
Pardiono mengatakan, pohon beringin dan trembesi di alun-alun kota Temanggung dinilai masih kuat. Meski demikian, jelasnya, pihaknya juga sudah menanam tanaman pengganti. ”Kalau pohon pengganti itu sudah besar, maka pohon yang sudah berusia tua nantinya bisa ditebang,” terangnya.
Sementara Unit Pelaksana Jaringan (UPJ) PT PLN Temanggung juga melakukan pemangkasan dahan dan ranting yang dinilai mengganggu jaringan kabel milik PLN.
Sebab, jika tak dipangkas menurut beberapa pekerja bisa merusak kabel, juga pohon berbahaya sebab bisa teraliri listrik. Pemangkasan pohon pengayom terjadi di sepanjang jalan Jl Jendral Sudirman dan perkotaan lain.(zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -