Edarkan Sabu, Pemandu Karaoke Dibekuk di Kos

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KALIBANTENG WETAN — Seorang pemandu karaoke (PK) Ifa Nur’aini, 26, digerebek aparat Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang akhir Januari lalu. Ia dibekuk di sebuah rumah kos di Jalan Srikuncoro III Semarang Barat lantaran diduga sebagai pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis sabu. Saat kamar perempuan warga Tawang, Semarang ini digeledah, ditemukan dua paket sabu seberat 1 gram.
Kasat Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Iskandar Sitorus mengatakan, Ifa digerebek akhir Januari lalu. Penggerebekan dilakukan setelah petugas melakukan pengintaian cukup lama. Sebab, selama ini Ifa sudah dalam pantauan karena kuat dugaan merupakan jaringan pengedar di Semarang.
”Indikasinya Ifa merupakan pengedar narkotika di Semarang. Saat ini masih kami kembangkan,” katanya kepada Radar Semarang.
Usai ditangkap, Ifa langsung dilakukan tes urine. Hasilnya, tersangka positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Kepada polisi, tersangka mengaku biasa memakai narkotika di rumah kos atau tempat bekerja. ”Tersangka profesinya pemandu karaoke atau PK. Saat ini masih ditahan dan diperiksa,” ujarnya.
Sitorus menambahkan, untuk barang jenis sabu, satu gram dibeli seharga Rp 1,3 juta sampai Rp 1,5 juta. Semarang sendiri, diakui, peredaran narkotika lebih banyak didominasi jenis sabu. Namun bandar narkoba ini masih buram dan terus ditelusuri.
”Pengedar dan pemakai ketika tertangkap selalu bungkam. Jaringan peredaran narkotika memang sangat rapi,” katanya.
Selain Ifa, petugas juga mengamankan Sandrawati, 30, warga Semarang. Ia dibekuk saat melakukan transaksi narkotika jenis sabu di Semarang. ”Tersangka ini sebagai orang yang menaruh barang atau kurir. Sekali antar dari pengakuannya diberi imbalan Rp 50 ribu,” jelasnya.
Aparat Satuan Reserse Narkoba hingga kemarin masih memburu pengedar sabu yang menyuruh Sandradewi. ”Saat ini anggota masih di lapangan untuk menelusurinya. Kami akan bekerja maksimal untuk memberantas peredaran narkotika jenis apa pun,” tegasnya. (fth/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -