Suplai 3.500 Pelanggan PDAM Terganggu

304

Pipa PDAM Rusak Terkena Longsor
PETOMPON — Bencana longsor juga mengakibatkan dua titik jaringan pipa distribusi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang terputus. Akibatnya aliran air untuk sekitar 3.500 pelanggan mati. Dua titik tersebut di Perumahan Klipang, Kecamatan Tembalang dan Trangkil, Kecamatan Gunungpati.
Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal Kota, Bambang Nolo Krisno mengatakan, jaringan pipa distribusi air di Perumahan Klipang Blok N putus sepanjang 18 meter. Pipa berukuran 3 dim (diameter 3 milimeter) terputus akibat longsor di tepian Kali Babon, saat terjadi hujan dan banjir pada Senin (3/2) malam. ”Air yang didistribusikan jaringan pipa tersebut diambil dari IPA (Instalasi Pengelolaan Air) PDAM di Pucang Gading. Karena terputus menyebabkan aliran air sebagian pelanggan mati,” katanya, kemarin (5/2).
Jaringan pipa tersebut untuk mendistribusikan air ke wilayah Perumahan Jaya Metro dan Puri Dinar Mas, Meteseh, Kecamatan Tembalang. Akibat terputus sebanyak sekitar 3.000 pelanggan PDAM di wilayah tersebut aliran airnya mati sampai Selasa (4/2) malam. ”Tetapi tidak mati total, airnya sementara diambilkan dari jaringan pipa distribusi lainnya meski alirannya kecil sekali. Setelah langsung diperbaiki, alirannya sudah normal lagi,” ujar Bambang.
Selain itu jaringan pipa distribusi air lainnya yang terputus di daerah Kampung Trangkil Baru, Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Jaringan pipa putus sepanjang 6 meter akibat longsor yang terjadi di daerah itu pada Kamis (23/1) lalu. Longsor juga menghancurkan sebanyak 32 unit rumah.
Putusnya jaringan pipa di Trangkil itu, kata Bambang, menyebabkan sekitar 500 pelanggan PDAM di wilayah itu tak bisa dilayani air. Jaringan pipa langsung diperbaiki sehingga distribusi air bisa cepat normal. Jadi, total pelanggan yang terkena dampak kerusakan jaringan pipa karena longsor ada sebanyak 3.500. ”Kalau kerugiannya kami hanya menghitung material yang rusak yaitu sekitar Rp 5 juta. Tapi kalau biaya perbaikan dan pembayaran dari pelanggan yang menjadi berkurang tidak kami hitung,” jelasnya.
Ditambahkan Bambang, untuk banjir di Semarang, sejauh ini tidak menyebabkan jaringan pipa distribusi air rusak. Banjir besar juga tidak menyebabkan warna air menjadi tidak layak konsumsi. Tetapi potensi menyebabkan terhentinya distribusi air tetap ada. ”Kalau banjir terus, bisa stop produksi air 2-3 jam,” tegasnya.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Yearzy Ferdian mengatakan, pihak PDAM memang harus segera memperbaiki jika ada kerusakan jaringan pipa distribusi air. Namun, mengingat bencana alam yang bisa kapan saja terjadi, direksi PDAM harus membuat tim khusus.
Tim harus terdiri atas dua kelompok, yaitu pertama tim yang melakukan pemeriksaan di lapangan jika ada kerusakan jaringan pipa. Kedua tim yang melakukan perbaikan jika ada rujukan kerusakan yang disampaikan oleh tim pertama. ”Jadi untuk antisipasi, agar PDAM tidak hanya bergerak setelah menerima laporan atau aduan dari masyarakat,” tandasnya. (zal/ton/ce1)