Gubernur: Presentasi Jangan Biasa-Biasa Saja

289

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginginkan acara presentasi di depan tim verifikasi pencalonan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 KONI Pusat dikemas lebih impresif. Hal ini sebagai bukti bahwa masyarakat Jateng sangat serius dalam mempersiapkan diri dan sangat berharap Jateng menjadi tuan rumah PON 2020.
Harapan tersebut diungkapkan gubernur saat menerima pengurus KONI Jateng di kantor gubernur, Kamis (6/2). Kedatangan rombongan pengurus KONI yang dipimpin ketua tim pemenangan Jateng sebagai tuan rumah PON 2020, Sukahar, terkait dengan laporan kesiapan KONI jelang kedatangan tim verifikasi dari KONI Pusat.
Hadir dalam kesempatan itu, Plt Ketua Umum KONI Hartono, Ka Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng Budi Santoso dan Plt Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi. ”Saya ingin acara penyambutan berlangsung impresif, berkesan dan menggetarkan. Tidak biasa-biasa saja. Kalau ada tari-tarian ya dikemas yang berbeda, misalnya membikin kaget tamu yang hadir,” kata gubernur.
Jika memang dianggap perlu, kata Ganjar, pihaknya mengusulkan saat dirinya presentasi di depan tim verifikasi, ada teleconference dengan dua-tiga bupati/walikota yang daerahnya memiliki venue untuk PON 2020. Hal itu merupakan keseriusan semua elemen masyarakat di daerah sangat respek terhadap pencalonan Jateng sebagai tuan rumah PON. ”Secara umum kita siap menjadi tuan rumah PON. Kelengkapan venue, akomodasi, geografi, sejarah, infrastruktur dan destinasi pariwisata mendukung itu,” katanya.
Sementara itu, Plt Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan pendanaan bagi pencalonan provinsi ini sebagai tuan rumah penyelenggara PON. “Kami siap memberikan dukungan dana bagi pencalonan Jateng sebagai tuan rumah PON. Tentu saja dengan catatan anggaran nanti cukup realistis dan tidak mengurangi kepentingan yang lain,” kata Rukma.
Dia menyebut, Jateng sudah sangat siap untuk menjadi tuan rumah pesta olahraga multieven empat tahunan mendatang. “Dari sisi akomodasi dan transportasi sudah lebih siap,” katanya menegaskan. Kemudian, lanjut dia, dari sisi venue atau arena olahraga juga sudah siap dan hanya dipoles sedikit supaya sesuai dengan standar nasional. “Tidak hanya mengarah ke standar nasional saja tetapi juga harus memenuhi standar internasional,” katanya menegaskan.
Saat beraudiensi kemarin, KONI Jateng menyampaikan materi yang disampaikan saat verifikasi nanti seperti kesiapan akomodasi, transportasi, sumber daya manusia, venue, dan lain sebagainya. Selain itu, jadwal kedatangan tim tersebut dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukannya seperti peninjauan ke berbagai venue. (bas/smu)