Negosiasi Ganti Rugi Deadlock

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SMG 20140207.inddWarga Tenggang Patok Rp 1,5 Juta per Meter
BALAI KOTA — Proses negosiasi pembebasan lahan untuk normaliasi Kali Tenggang di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, kembali berakhir deadlock. Pertemuan yang digelar di Gedung Moch Ikhsan lantai 8 kompleks Balai Kota tersebut hanya menghasilkan kesepakatan pengukuran ulang. Dari 15 warga yang hadir, hanya satu yang setuju dengan besaran ganti rugi yang ditawarkan pemkot. Sedangkan lainnya belum sepakat.
Dalam pertemuan itu, Pemkot Semarang melalui tim pengadaan tanah (P2T) tetap berpegang pada hasil penghitungan tim appraisal. Sedangkan warga tetap mempertahankan nilai yang menurut mereka ideal. Warga juga meminta pembayaran ganti rugi dihitung total, antara tanah dan bangunan.
Seperti yang dikemukakan Ketua RT 5 RW 7, Kunto Wibisono. Ia memiliki lahan seluas 55 meter persegi, dan yang terkena seluas 50 meter, dengan bangunan dua lantai seluas 275 meter persegi Kunto meminta ganti rugi Rp 750 juta. Dengan asumsi harga tanah per meter Rp 1,5 juta dan bangunan ditaksir Rp 2,5 juta per meter.
”Tidak ada istilah harga tanah dan bangunan. Kita minta dihitung total. Kalau satu-satu tidak akan ketemu. Saya mengajukan nilai ganti rugi Rp 750 juta atas tanah dan bangunan saya. Harusnya deal, karena nilai total lahan dan bangunan warga Tambakrejo tidak ada Rp 3 miliar, sementara anggaran pemkot untuk pembebasan kan Rp 3,5 miliar,” kata Kunto usai mengikuti pertemuan yang dihadiri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi tersebut.
Menurut Kunto, besaran ganti rugi 15 warga Tambakrejo memang bervariasi, namun rata-rata nilai ganti rugi yang diajukan warga sebesar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per meter.
Senada dengan Kunto, Syahrir, warga RT 3 RW 2, juga meminta harga Rp 1,5 juta per meter atas tanahnya. Menurutnya, harga tersebut disesuaikan dengan harga tanah saat ini. Penawaran pemkot sebesar Rp 580 ribu per meter, merupakan hitungan lama, hasil appraisal 2012 yang dianggap sudah tidak valid lagi.
”Harus ada penghitungan ulang. Nilai yang mereka (P2T) sampaikan hasil penghitungan tahun 2012. Sekarang harganya kan sudah beda. Menurut saya, pasaran tanah di sana Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per meter,” ujar pria yang tanahnya terkena pembebasan 144 meter persegi itu.
Menurutnya, nilai itu sangat wajar, karena ada seorang warga yang menghargai tambaknya sebesar Rp 1,5 juta per meter. ”Pak Kamdi tadi meminta Rp 1,5 juta untuk tambaknya. Padahal kalau mau dikerjakan tambak harus diuruk lagi. Sedangkan saya berupa tanah bersertifikat,” ujarnya.
Dia menambahkan, dalam musyawarah pemerintah masih membahas nilai ganti rugi tanah, belum menaksir nilai bangunan. Jika pemerintah tetap memakai hitungan appraisal tahun 2012, dia meyakini pembebasan tidak akan selesai. Tidak akan ada kesepakatan.
”Ini pemerintah bikin kecewa lagi. Kalau masih seperti ini akan mentok lagi. Biar pun (dalam musyawarah) ada wali kota atau gubernur sekali pun tidak akan selesai,” tandasnya.
Dalam musyawarah juga mencuat harapan warga untuk tukar guling. Lahan mereka diganti pemerintah di lokasi lain. Dengan catatan fasilitas dan sarpras (sarana dan prasarana) yang sesuai lokasi sebelumnya.
”Tukar guling juga tidak masalah, asalkan lokasinya representatif, akses dan sarpras memadai. Terus terang kalau memakai harga seperti itu tidak akan deal,” tegasnya.
Selain warga Tambakrejo, proses musyawarah juga dihadiri warga Terboyo Kulon, yang belum bersedia melepaskan tanahnya. Warga juga meminta agar P2T melakukan pengukuran ulang lahan warga yang terkena dampak proyek. Sebab, pengukuran selama ini ada yang belum jelas.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan, dari 15 warga Tambakrejo yang menghadiri musyawarah besaran ganti rugi, hanya satu yang sudah sepakat. Sedangkan 13 warga lainnya belum bersedia, karena masih selisih pendapat mengenanai harga dan ukuran luas bangunan.
”Saya perintahkan besok (hari ini) tim melakukan pengukuran ulang dan hari Senin (10/2) malam kita kembali adakan pertemuan untuk memastikan ukuran bangunan berapa dan kita sesuaikan dengan rencana ganti untung,” tegas pejabat yang akrab disapa Hendi ini.
Disinggung mengenai nilai ganti rugi yang diajukan warga, menurut Hendi, angka yang diajukan belum sesuai dengan hasil penghitungan tim appraisal.
”Saya sudah jelaskan kalau nilai ini hasil appraisal, jadi harus kita ikuti. Dan kita sudah menawarkan batas nilai maksimal dari appraisal sebesar Rp 580 ribu per meter. Sedangkan warganya minta macam-macam, mereka tidak melihat per meter tapi secara keseluruhan,” katanya.
Hendi menambahkan, pembayaran ganti rugi tidak sebatas tanah saja, tapi akan ditambah dengan nilai bangunan. ”Masih ada luas bangunan, kita akan hitung. Dan kita akan lakukan pengecekan luas bangunan dan nilai yang diharapkan warga, apakah memang sesuai,” tandasnya. (zal/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -