Ambles Kian Parah, 26 KK Ngungsi

338

KENDAL — Amblesnya tanah di Dusun Kemloko RT 04 RW 03 Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, semakin parah. Karena itu, kemarin, 26 kepala keluarga (KK) memutuskan untuk mengungsi ke Balai Desa setempat. Sebab, rumah mereka sudah rata dengan tanah.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang, kedalaman tanah yang ambles mencapai 1,5 meter. Hal itu terjadi pada Kamis (6/2) malam. Sedikitnya, 43 KK waswas rumah mereka ambruk. Dari 43 KK yang ada di sana, 26 KK harus mengungsi ke Balai Desa Mojoagung, lantaran rumah mereka sudah tidak bisa ditempati.
Sahri, 46, salah seorang warga mengaku rumahnya ambruk. Ia terpaksa mengungsi ke Balai Desa. ”Kami mengungsi, karena rumah kami sudah retak. Nah, pada Kamis (6/2) malam, rumah kami ambruk,” tutur bapak 2 anak itu.
Khamidun, 28, pengungsi lain juga merasakan hal yang sama. Ia takut rumahnya ambruk, sehingga turut mengungsi ke Balai Desa.
Kepala Desa Mojoagung Samsul Ma’arif mengatakan, total ada 43 KK yang terkena imbas tanah ambles. ”Pergerakan tanah, tiap hari selalu terjadi. Awalnya Sabtu lalu. Namun karena hujan turun, membuat pergerakan tanah menjadi semakin parah dan meluas. Total ada 26 KK yang mengungsi dan 17 KK lainnya masih tetap tinggal di rumah.”
Terpisah, Kepala Sie Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Slamet mengatakan, selain rumah warga, akses jalan juga terancam putus. Sebab, jembatan yang menghubungkan Desa Mojoagung di Dukuh Lumut dan Desa Tersono, Batang, tiang penyangganya mengalami pergeseran. ”Selain mengancam rumah, ada jembatan yang juga terancam rusak.”
Untuk relokasi warga yang rumahnya ambruk, akan dimintakan bantuan ke provinsi. ”Kalau dibebankan relokasi dengan mengganti bengkok, tidak mungkin cukup. Saat ini penanganan dari BPBD Kendal hanya bisa memberikan bantuan logistik dan mengevakuasi warga ke tempat pengungsian.” (den/isk/ce1)