Ambles Kian Parah, 26 KK Ngungsi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL — Amblesnya tanah di Dusun Kemloko RT 04 RW 03 Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, semakin parah. Karena itu, kemarin, 26 kepala keluarga (KK) memutuskan untuk mengungsi ke Balai Desa setempat. Sebab, rumah mereka sudah rata dengan tanah.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang, kedalaman tanah yang ambles mencapai 1,5 meter. Hal itu terjadi pada Kamis (6/2) malam. Sedikitnya, 43 KK waswas rumah mereka ambruk. Dari 43 KK yang ada di sana, 26 KK harus mengungsi ke Balai Desa Mojoagung, lantaran rumah mereka sudah tidak bisa ditempati.
Sahri, 46, salah seorang warga mengaku rumahnya ambruk. Ia terpaksa mengungsi ke Balai Desa. ”Kami mengungsi, karena rumah kami sudah retak. Nah, pada Kamis (6/2) malam, rumah kami ambruk,” tutur bapak 2 anak itu.
Khamidun, 28, pengungsi lain juga merasakan hal yang sama. Ia takut rumahnya ambruk, sehingga turut mengungsi ke Balai Desa.
Kepala Desa Mojoagung Samsul Ma’arif mengatakan, total ada 43 KK yang terkena imbas tanah ambles. ”Pergerakan tanah, tiap hari selalu terjadi. Awalnya Sabtu lalu. Namun karena hujan turun, membuat pergerakan tanah menjadi semakin parah dan meluas. Total ada 26 KK yang mengungsi dan 17 KK lainnya masih tetap tinggal di rumah.”
Terpisah, Kepala Sie Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Slamet mengatakan, selain rumah warga, akses jalan juga terancam putus. Sebab, jembatan yang menghubungkan Desa Mojoagung di Dukuh Lumut dan Desa Tersono, Batang, tiang penyangganya mengalami pergeseran. ”Selain mengancam rumah, ada jembatan yang juga terancam rusak.”
Untuk relokasi warga yang rumahnya ambruk, akan dimintakan bantuan ke provinsi. ”Kalau dibebankan relokasi dengan mengganti bengkok, tidak mungkin cukup. Saat ini penanganan dari BPBD Kendal hanya bisa memberikan bantuan logistik dan mengevakuasi warga ke tempat pengungsian.” (den/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -