Angka Kehilangan Air 30 Persen

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO—Upaya menekan angka kehilangan air, terus dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Aji Wonosobo. Selain dengan memperbaiki instalasi jaringan pipa, juga memasang pipa pada lokasi-lokasi yang rawan longsor. Saat ini jumlah angka kehilangan air masih mencapai 30 persen.
Menurut Retnoningsih, pelayanan kebutuhan air bersih yang disediakan oleh PDAM Wo­no­so­bo, menjangkau beberapa ke­camatan di Wonosobo dan beberapa wilayah di Kabupaten Wonosobo. Apabila dihitung, total penjang pipa yang harus dirawat mencapai 1350 kilometer.
“Dari total pipa yang ditanam, ada sebagian di beberapa lokasi labil terancam longsor,”katanya.
Untuk melakukan pengawasan jaringan air, pihaknya melakukan kerja sama dengan sejumlah pelanggan, yang dengan sukarela menyediakan waktu dan segera melakukan pelaporan ketika gangguan pipa terputus atau macet.
“Para pelanggan ini, menjadi mitra sukarela memberikan laporan ketika ada gangguan. Hal ini sangat berdampak positif dalam menekan gangguan instalasi,”katanya.
Memasuki musim hujan, pihaknya meminta para karyawan lapangan, untuk melakukan pengawasan secara maksimal. Utamanya beberapa pipa yang sampai saat ini, ditanam di lokasi labil bencana longsor.
“Ketika ada longsor, pipa PDAM kerap terkena dampak. Seperti beberapa tahun lalu di Kepil. Jembaran ambrol pipa kami ikut terputus,” ujarnya.
Dengan sistem pengawasan yang ketat, imbuh Retno, berdampak baik dalam menekan angka kehilangan air. Pada tahun sebelumnya, angka kehilangan air masih mencapai 40 persen dari jumlah debit air yang dikelola PDAM. Sedangkan tahun 2013 bisa ditekan sekitar 10 persen, atau menjadi 30 persen. “Kami terus melakukan peningkatan sistem pengawasan sekaligus teknis pemasangan jaringan. Agar bisa menekan angka kehilangan air, “ tuturnya. (ali/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -