Banjir, Jembatan Belum Diresmikan Putus

314

BATANG — Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Batang sejak seminggu terakhir ini, menyebabkan sebuah jembatan di Desa Selokarto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, putus.
Putusnya jembatan, karena dihantam banjir besar pada Kamis (6/2) lalu. Padahal, jembatan sepanjang 15 meter dan lebar 2,5 meter, belum diserahterimakan ke Pemkab, karena baru selesai pertengahan Januari lalu.
Jembatan yang terletak di atas sungai Atis, dibangun sebagai perbaikan jembatan sebelumnya yang tidak permanen. Jembatan itu merupakan jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Kecamatan Limpung ke Kecamatan Bandar, melalui Desa Selokarto, jika kondisi jalan raya pantura Kecamatan Roban, macet total.
Akibat jembatan putus, menyebabkan 4 desa terisolasi. Empat desa itu berada di Kecamatan Pecalungan. Yakni Desa Gardu, Sirawak, Kalipancur, yang terhubung ke Desa Selokarto, Kecamatan Reban.
Warga desa di Kecamatan Pecalungan, harus memutar sejauh 20 kilometer, jika hendak ke Kecamatan Reban. Pun, sebaliknya.
Ketua RT 05 Desa Kalipancur, Kecamatan Pecalungan, Rendi, 34, Jumat (7/2) pagi kemarin mengatakan, putusnya jembatan karena tidak mampu menahan air bandang. Rendi menduga, badan jembatan yang memanjang, tidak menggunakan besi beton yang kuat. ”Seharusnya ada besi beton atau pelat baja sebagai penguat jembatan.”
Rendi mengatakan, dengan putusnya jembatan, warga desa sekitar Reban dan Pecalungan, harus memutar sejauh 20 kilometer. Pun, dengan akses jalan untuk ke Bandar dan Limpung, menjadi terhambat.
Ironisnya, masih menurut Rendi, jembatan tersebut baru saja diselesaikan oleh salah satu rekanan. ”Jembatan ini belum diserahterimakan, karena baru selesai 2 minggu lalu.”
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kabupaten Batang, Susilo Heru Yuwono, mengatakan, tingginya curah hujan, mengakibatkan banyak terjadinya banjir bandang. Susilo berjanji segera mengevaluasi kualitas bangunan jembatan tersebut. ”Kita akan lihat kualitas bangunan, apakah ini musibah atau kualitas bangunannya yang kurang baik.”
Bupati Yoyok Rio Sudibyo mengatakan, pihaknya telah membentuk tim pemantauan pelaksanaan proyek. Tim akan membantu untuk mengevaluasi penyerapan anggaran dan kualitas bangunan. ”Kita tunggu hasilnya.” (thd/isk/ce1)