Jalan Desa Mluweh Terputus

306

UNGARAN- Jalan akses Kelurahan Susukan menuju Desa Mluweh dan Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, putus akibat longsor.
Jalan selebar 3 meter dan panjang 2 meter, ambles sedalam 1 meter, sehingga tidak bisa dilalui. Titik longsor, berada di lingkungan Kaligawe, Kelurahan Susukan. Tepatnya, di depan pintu masuk wisata hutan Penggaron.
Kini, jalan yang dimaksud, sudah ditutup. Untuk sementara, akses warga dialihkan masuk ke jalan objek wisata hutan Penggaron.
Pantauan koran ini di lokasi, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang sudah memasang portal penutupan jalan. Tujuannya, untuk mengantisipasi agar tidak ada kecelakaan, karena mobil tercebur di jalan yang ambles.
Sementara itu, Perhutani sebagai pemilik objek wisata, membuka akses warga dengan mengizinkan penggunaan jalan wisata di tengah hutan. Tujuannya, untuk menghindari jalan yang ambles.
Menurut M. Sugito, 50, warga Dusun Kaligawe, Kelurahan Susukan, semula jalan tersebut hanya sedikit ambles, sehingga masih bisa dilalui kendaraan bermotor. Namun, pada Kamis (6/2) kemarin, jalan itu tiba-tiba ambles sedalam 1 meter. Akibatnya, akses jalan tertutup.
Ia menduga, amblesnya jalan karena ada lapisan tanah yang geser. “Retakannya juga terlihat di dekat jalan yang ambles ini. Akibat amblesnya jalan ini, membuat warga kesulitan beraktivitas.”
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Semarang, Totit Oktorianto mengatakan, jalan tersebut sebenarnya milik Perhutani. Namun karena menyangkut kebutuhan akses jalan masyarakat di Kabupaten Semarang, sehingga tetap akan diperbaiki.
“Sebenarnya itu kewenangan Perhutani, jadi tetap akan koordinasi. Tapi karena menyangkut masyarakat Kabupaten Semarang, maka akan diatasi. Yang penting bisa dilewati dulu. Ya nanti kita carikan tanah-tanah uruk, sehingga jalan bisa dilewati.” (tyo/isk)