Peluang Kematian Akibat Leptospirosis 30 Persen

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RANDUSARI — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang mengimbau agar masyarakat di kawasan bencana banjir khususnya pengungsi, mewaspadai sejumlah penyakit yang sering muncul saat pascabencana. Penyakit itu meliputi demam berdarah dengue (DBD), gangguan pencernaan dan leptospiroris.
”Itu sering menimpa masyarakat ketika banyak air yang menggenangi permukiman,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit DKK Semarang, Mada Gautama, Jumat (7/2).
Ia menjelaskan masyarakat di kawasan bencana banjir mudah terinfeksi virus yang menimbulkan sejumlah penyakit itu. Paling rentan adalah leptospiroris yang mudah masuk ketika seorang mengalami sedikit saja luka. ”Penyakit akibat kencing tikus itu mudah menyerang lewat luka kutu air yang dialami pengungsi,” kata Mada.
Penyakit jenis itu berpeluang menimbulkan kematian, sama halnya demam berdarah. Peluang kematian akibat penyakit leptospiroris hingga 30 persen. Leptospiroris menyerang orang dewasa maupun anak-anak.
Menurut dia, saat ini sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Semarang sudah menyiapkan obat untuk penanganan, bila ancaman penyakit leptopsirosis menyerang warga. Meski tak menyebutkan jumlahnya, ia mengaku persediaan obat itu untuk kebutuhan setahun. ”Puskesmas sudah mendistribusikan untuk antisipasi bila ada gejala penyakit di pengungsian,” katanya.
Saat ini DKK sedang mendata jumlah warga yang mengalami gangguan penyakit selama musim hujan ini. Data penderita menjadi rujukan kebijakan yang hendak diterapkan pascabencana saat cuaca mulai reda. ”Akhir bulan Februari nanti data akan kami sampaikan,” kata Mada.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Fajar Adi Pamungkas berharap Dinas Kesehatan tidak pasif melakukan pendataan saja. Sebatas merekap data warga yang berobat. Tapi harus mendeteksi daerah yang menjadi endemik penyakit seperti DBD. Apalagi musim hujan ini banyak titik genangan di permukiman warga yang berpotensi menimbulkan jentik nyamuk. ”Penyakit DBD perlu diwaspadai, pembasmian sarang nyamuk (PSN) juga harus dilakukan di daerah yang memang rawan banjir dan terjadi genangan,” tandasnya. (zal/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -