Calo CPNS Beraksi, Rp 75 Juta Amblas

297

BARUSARI—Kasus penipuan dengan modus calo penerimaan pegawai negeri sipil (CPNS) kembali terjadi. Kali ini nasib apes dialami Sutarto, 57, warga asal Jogjakarta. Ia mengaku ditipu SA, warga Tlahab Kidul, Kendal saat hendak memasukkan anaknya menjadi CPNS di Pemprov Jateng. Tapi yang terjadi, sang anak tidak jadi masuk CPNS, uang sebanyak Rp 75 juta malah melayang.
Sutarto mengaku kejadian bermula ketika ia mendapat panggilan telepon dari terlapor pada Juli 2013. Dalam obrolan singkat, terlapor menawari bisa membantu anaknya, Dading Enggar, untuk bisa masuk CPNS di lingkungan pemprov Jateng. “Kebetulan sudah kenal dengan terlapor,” katanya melapor ke Polrestabes Semarang Sabtu (8/2).
Bak gayung bersambut, Sutarto akhirnya tertarik dengan tawaran tersebut. Apalagi ia memang ingin anaknya bisa masuk CPNS. Syaratnya ia diminta untuk menyediakan uang Rp 100 juta untuk mempercepat proses masuk PNS. Tanpa banyak bicara akhirnya terjadilah kesepakatan antara mereka berdua. “Saya kemudian memberikan uang muka Rp 20 juta kepada terlapor pada Juli 2013,” imbuhnya.
Oktober 2013, kebetulan ada pendaftaran CPNS di Provinsi Jateng. Dading akhirnya ikut mendaftar dan mengikuti seleksi tes seperti pendaftar umumnya. Terlapor berjanji akan membantu dari dalam. “Saat itu, terlapor kembali meminta uang Rp 55 juta untuk biaya mengurus. Karena sudah yakin dan percaya akhirnya saya berikan,” tambahnya.
Tapi betapa keget, setelah pengumuman ternyata anak Sutarto tidak termasuk dalam pendaftar yang lolos. Karuan saja ia geram dan berusaha menghubungi terlapor. “Tapi apa yang saya dapat, terlapor justru terus mengelak dan tidak mau bertanggung jawab,” katanya jengkel. Merasa dirugikan, akhirnya ia melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto menegaskan akan bekerja maksimal untuk membongkar kasus penipuan modus CPNS. Sebelumnya ada enam orang yang juga melaporkan kasus penipuan CPNS. “Masih terus berjalan, saat ini sedang dalam penyelidikan. Sejumlah pelapor sudah dimintai keteranfan untuk mengumpulkan alat bukti,” katanya. (fth/ton)