Dipinjam Teman, Motor Tak Dikembalikan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI — Niatan baik tidak selamanya mendapatkan balasan baik. Itulah yang dialami Saifurrahim, 21, warga asal Jepara. Betapa tidak, sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi K 6409 AV miliknya dibawa kabur temannya sendiri JW, 24. Modusnya teman kosnya itu meminjam motor dengan dalih untuk menjemput keluarganya.
Saifurrahim mengaku nasib apes yang dialaminya terjadi 5 Februari 2014 lalu. Bermula saat ia selesai bekerja dan langsung pulang di rumah kos Jalan Seringin II, Terboyo, Genuk, sekitar pukul 10.30. “Kebetulan pulang cepat, jadi mau istirahat karena badan juga rasanya kecapekan,” katanya.
Usai memarkir motor, ia masuk ke dalam kamar. Tak selang berapa lama, terlapor yang merupakan teman kosnya mengetuk pintu kamar. Sempat ngobrol sebentar basa-basi, hingga akhirnya terlapor mengaku hendak meminjam motor. “Katanya untuk menjemput keluarganya di daerah pasar Johar,” imbuhnya.
Tanpa curiga, Saifurrahim memberikan kunci motor dan STNK. Apalagi ia mengaku tidak ada agenda untuk keluar kos. Ia mulai resah ketika menjelang malam, namun terlapor tidak kunjung datang. Kegelisahannya kian bertambah, karena terlapor tidak bisa dihubungi. “Sudah ditelepon berkali-kali tapi tidak aktif. Tapi saya tetap berusaha untuk menunggu,” tambahnya.
Empat hari berlalu tanpa ada kabar, membuat Saifurrahim kehilangan kesabaran. Ia sebenarnya mengaku sempat bersabar untuk menunggu kedatangan terlapor. Tapi sayang, berbagai usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil dan terlapor tidak kunjung datang. Ia akhirnya dengan perasaan jengkel melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi.
“Saya sudah jengkel, dan sadar jika ditipu. Sudah ditunggu tidak datang-datang, dan saya tidak tahu rumahnya di mana,” ucapnya dengan nada kesal. Kasus ini masih dalam pentelidikan Sat Reskrim Polrestabes Semarang. (fth/ton)

Berita sebelumyaKematian Ibu Hamil Tinggi
Berita berikutnyaDuh, PSIS Krisis Pemain
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -