Jalan Amblas di Tiga Titik

318

Jalur Alternatif Kendal-Kabupaten Semarang

KENDAL—Tingginya curah hujan yang diperparah dengan kondisi tanah yang labil, jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang, tepatnya di Desa Magelung, Kaliwungu Selatan, amblas dengan kedalaman 2 meter sejak Selasa (4/2). Sebelumnya jalan amblas terjadi di Dusun Sepetek Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo.
Dari pantauan Radar Semarang, satu titik jalan amblas di Desa Magelung Kaliwungu Selatan. Sedangkan dua titik lainnya di Desa Sepetek Kecamatan Singorojo. Kerusakan jalan tersebut, sangat membahayakan para pengguna jalan, lantaran minimnya penerangan jalan di malam hari.
Arif Mustofa, 32, warga sekitar mengatakan bahwa sepanjang jalan Kaliwungu-Boja memang rawan terjadi pegerakan tanah dan sewaktu-waktu bisa terjadi longsor. ”Kalau musim hujan memang banyak yang longsor. Saat ini, sudah ada 3 titik yang longsor,” katanya.
Camat Kaliwungu Selatan, Toni Ari Wibowo menyampaikan bahwa di wilayah Kaliwungu Selatan memang ada kerusakan jalan. Dirinya juga telah membuat laporan ke Pemkab Kendal. “Kerusakan jalan ini telah kami laporkan ke Pemkab Kendal agar diperbaiki secepatnya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (7/2) siang.
Dirinya mengatakan bahwa untuk penanganan darurat, telah dipasang sejumlah rambu-rambu lalulintas agar pengendara yang lewat tidak terperosok. Selain itu, dirinya meminta warga untuk mengatur jalan. “Karena jalan hanya bisa digunakan satu lajur saja. Untuk itu, saya meminta warga agar mengatur jalan,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, tingginya curah hujan yang terjadi sejak Kamis (23/1) pagi, menyebabkan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Boja amblas. Tepatnya di Dusun Sepetek Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo.
Akses jalan utama yang menghubungkan tiga kecamatan yakni Kecamatan Singorojo, Limbangan dan Boja, sekaligus jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Semarang itu arus lalulintasnya cukup padat. Namun jalur tersebut, hingga kini nyaris putus, lantaran kedalamannya sekitar 2 meter, panjang 15 meter dan lebar hampir 3 meter. Walaupun masih bisa dilalui kendaraan, pengendara harus ekstra hati-hati kerena jalan hanya menyisakan satu lajur. (den/ida)