Lima Tahun Lagi Lahan Habis

410

SOLO—Pemkot Solo belum mendapat solusi terkait krisis lahan tempat permakaman umum (TPU) yang makin mengancam. Wacana ekspansi lahan TPU ke luar daerah dirasa juga masih rawan masalah. Persoalan krisis lahan TPU ini diakui sudah menjadi lagu lama. Namun, hingga kini, pemkot masih menimbang-nimbang ihwal solusi guna penyediaan lahan TPU baru.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo kepada wartawan menjelaskan, bukan perkara gampang mencari solusi penyediaan lahan makam baru. Apalagi di wilayah Solo. Alih-alih digunakan untuk makam, sisa lahan di wilayah Solo saja sudah makin menyempit.
Kalaupun masih ada, beberapa lahan berada di tengah kota. Sisanya di kawasan lain, rata-rata memang bukan diperuntukkan untuk lahan pemakaman, melainkan pengembangan perekonomian.
”Lahan permakaman sudah menjadi kebutuhan pokok. Tapi di satu sisi, kami dihadapkan ketersediaan lahan yang makin habis. Luas wilayah yang hanya 44.000 kilomer persegi tak sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang sudah mencapai 550 ribu jiwa,” papar Rudy, kemarin (8/2).
Untuk diketahui, dari belasan lahan TPU yang ada di Solo, hanya tinggal segelintir lahan yang masih aktif, yakni TPU Untoroloyo, Pracimoloyo, Mojo, dan Bonoloyo. Bahkan, TPU Pracimaloyo yang notabene berada di kawasan Sukoharjo, masih menyisakan persoalan terkait rebutan kepemilikan aset.
Dengan sisa kapasitas TPU yang makin menipis, diperkirakan krisis lahan permakaman mencapai puncaknya tak sampai lima tahun ke depan. Rudy berujar, salah satu solusi yang paling memungkinkan yakni ekspansi TPU ke daerah lain. Sasarannya lahan-lahan kosong di kabupaten tetangga, seperti lahan di kawasan Plesungan, Karanganyar.
Meski demikian, ia menyatakan wacana itu harus dikomunikasikan dengan DPRD terlebih dahulu. Terlebih untuk pengadaan aset tersebut, membutuhkan anggaran yang tak sedikit. Pihaknya pun tak mau, persoalan kepemilikan aset nantinya menjadi persoalan, seperti pengalaman sengketa lahan TPU Pracimoloyo. (ria/un/ida)