Realisasi Wisata Belum Jelas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SMG 20140210.inddWaduk Jatibarang Hampir Tuntas

Waduk Jatibarang, di Gunungpati, rencananya tak sekadar waduk untuk meminimalisasi banjir di Kota Atlas. Tapi, juga akan diberdayakan untuk objek wisata.  Bagaimana konsepnya? Apa saja yang akan dijual dari waduk itu? Atau, jangan-jangan akan bernasib sama seperti Banjir Kanal Barat.

SAAT ini, progres pembangunan waduk Jatibarang hampir tuntas. Kini, memasuki proses pengisian air. Waduk ini berkapasitas 20,6 juta meter kubik.
Proses pembebasan lahan di kawasan genangan yang sebelumnya terkendala kesepakatan nilai ganti rugi pun telah tuntas.
Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku pelaksana pembangunan waduk Jatibarang saat ini tengah menyelesaikan pembangunan dermaga.
Nantinya, dermaga tersebut untuk bersandar kapal-kapal wisata waduk. Sejumlah fasilitas penunjang wisata pun telah dipersiapkan. Seperti kios kuliner dan pernak-pernik. Tak hanya itu. Objek lain yang tak kalah menarik adalah flying fox, melintasi waduk. Konsep perahu wisata dan flying fox, bakal menjadi permainan andalan.
Seperti halnya Banjir Kanal Barat, pengelolaan waduk Jatibarang melibatkan tiga tingkat pemerintahan. Yaitu: Pemkot Semarang, Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat. Hanya saja, pengelolaan objek wisata bakal melibatkan pihak ketiga atau investor.

”Memang, rencananya, selain untuk mengendalikan banjir, waduk Jatibarang juga akan dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Saat ini kita masih menyelesaikan pembangunan dermaga. Kita (BBWS) hanya sebatas menyediakan fasilitas saja. Sedangkan penyediaan perahu-perahu wisata tergantung pelaku pariwisata,” beber ujar Konsultan BBWS Pemali Juwana Dodi Indrawirawan, kepada Radar Semarang, belum lama ini.
Menurut Dodi, banyak potensi objek wisata di lingkungan waduk Jatibarang. Selain wisata perahu, rencanannya akan dibuat flying fox menyeberangi waduk, camping ground, dan area outbond.
”Untuk flying fox, kita tidak ada desainnya, karena memang ide itu spontanitas. Konsep desain yang kita buat, hanya toko-toko di sekitar waduk, seperti kuliner dan toko pernak-pernik. Itu pun tidak banyak, masing-masing hanya 5 unit. Hanya untuk menunjang pengunjung saja,” katanya.
Dodi menambahkan, sebenarnya fungsi waduk Jatibarang dan Banjir Kanal Barat untuk pengendali banjir di Kota Semarang saja. Objek wisata hanya sebagai nilai plus atau tambahan semata.
”Sebenarnya, banyak lokasi yang berpotensi sebagai tempat wisata. Seperti lokasi outbond dan camping ground di sekitar waduk itu banyak, tinggal bagaimana mengelolanya. Yang bisa dikerjasamakan ya kita kerjasamakan. Semua tergantung pelaku-pelaku wisata yang tertarik,” ucap Dodi.

Disinggung kondisi Banjir Kanal Barat yang tidak terawat— padahal sebelumnya digadang-gadang bakal jadi tempat wisata— Dodi beralasan, anggaran perawatan 2014 belum turun. ”Anggarannya belum turun, nanti kalau sudah turun akan segera kita bersihkan, supaya jadi rapi sehingga menarik investor.”
Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Giarsito Sapto  Putratmo mengklaim, konsep wisata dari Pemkot sudah disiapkan.
Namun, kata dia, konsep lebih cenderung pada persiapan sumber daya manusia (SDM) di wilayah sekitar waduk Jatibarang. Seperti Kelurahan Kandri, Nongkosawit (Kecamatan Gunungpati), dan Kelurahan Wonolopo (Kecamatan Mijen).

”Yang pasti kita menindaklanjuti MoU antara Pemkot, provinsi, dan pusat, selaku pengelola waduk Jatibarang. Yang di BKB kita (Disbudpar) menyiapkan event-event pariwisata. Sedangkan untuk waduk Jatibarang kita menyiapkan masyarakat di sekitar waduk Jatibarang.”

Lanjut Giarsito, ”Kita mulai  memberdayakan mereka sebagai pelaku wisata. Konsep desa wisata tiga kelurahan, yaknik Kandri, Nongkosawit, dan Wonolopo, memang sudah dipersiapkan untuk mendukung objek wisata waduk Jatibarang. Setelah waduk operasional mereka akan dilibatkan, jadi tidak sekadar jadi penonton saja,” terang Giarsito.
Ditanya konsep wisata di lokasi waduk, Satpo mengaku belum bisa menjelaskan. Alasannya, pihak Disbudpar masih menunggu pengelolaan lebih jauh lagi dari tiga pihak yang berperan sebagai pengelola. ”Memang di sana bisa untuk wisata air. Tapi kalau untuk spesifikasi perahunya seperti apa, harus dikomunikasikan lebih jauh. Kita belum sampai detail ke arah situ.”  
Termasuk, ketika ditanya soal konsep infrastruktur pendukung, Disbudpar masih belum bisa menjelaskan. ”Grand design-nya seperti apa kita belum tahu. Yang pasti dan yang sudah ada grand design-nya itu toko-toko suvenir dan kuliner.”
Meski nantinya ada sarana prasarana objek wisata di sana, lanjut Giarsito, hingga kini belum ada pembicaraan untuk sarana penunjang yang dimaksud. ”Saat ini kita hanya mempersiapkan SDM yang ada di sana,” tegas Sapto.
Sapto mengatakan, SDM masyarakat sekitar sudah siap, jika sewaktu-waktu diminta terlibat. Dia mencontohkan, saat ini sudah ada sejumlah masyarakat yang memiliki KUB (kelompok usaha bersama). Seperti pengadaan perahu wisata. ”Secara SDM kita sudah siap. Kalau memang butuh perahu, masyarakat sekitar sudah siap. Tapi kita masih akan konsultasi dengan BBWS dulu.”
Masih menurut Giarsito, waduk Jatibarang akan disinkronkan dengan Desa Wisata Kandri, khususnya Guo Kreo. ”Di dalam desa wisata, kita menawarkan sejumlah event-event budaya masyarakat sekitar, produk UMKM (usaha menengah kecil mikro), homestay, serta area outbond.” (zal/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -