Perangkat Desa Dituntut Mundur

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Diduga Gelapkan Pajak

TEMANGGUNG—Perangkat Desa Gondang Wayang, Kecamatan Kedu, dituntut mundur oleh ratusan warganya setelah diduga melakukan penggelapan uang pajak bumi dan bangunan (PBB), beras miskin (raskin) dan melakukan aksi pembangkangan tidak masuk kerja. Tuntutan tersebut dilakukan dengan aksi massa di halaman kantor Bupati Temanggung oleh puluhan warga dengan membawa poster dan spanduk.
Dua perangkat Desa Gondang Wayang, Kecamatan Kedu tersebut, yakni Kadus Tm dan pembantu Kaur Keuangan, MA. Warga menuding mereka menyelewengkan uang PBB dan beras untuk masyarakat miskin (raskin).
Ratusan warga tersebut ke kantor bupati dengan mengendarai beberapa truk dan minibus. Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan, antara lain ”Monster raskin jangan dilindungi”, ”Hayo balekno raskin setorke pajake”, ”Raskin dan pajak kok kolu-kolune dilalap”, dan ”Pengobok-obok ketenangan desa wajib mundur nek pengin aman”. ”Kami menuntut keadilan karena masyarakat dirugikan oleh dua oknum yang menggelapkan raskin dan pajak. Kami menuntut mereka diturunkan dari jabatannya. Kami ingin pemerintahan bersih bebas dari korupsi,” kata koordinator aksi, Suwarno.
Ia mengatakan, kalau bupati tidak bisa mencopot dua perangkat tersebut, maka warga yang akan menurunkannya.
Menurutnya, keputusan untuk pemecatan kedua perangkat tersebut sudah bulat dan mendesak untuk dilakukan.
Camat Kedu, Joko Prasetyo mengatakan, amarah warga terhadap dua perangkat tersebut muncul karena keduanya diduga menggelapkan uang pajak dan raskin yang telah dibayarkan warga. ”Kedua oknum telah menyelewengkan uang PBB dan raskin. Mereka jarang ke kantor dan arogan, perilaku itu membuat warga jenuh. Masyarakat sudah berkali-kali mengingatkan. Kades juga sudah mengingatkan berkali-kali, namun yang bersangkutan tidak menghiraukannya,” katanya.
Menurut dia, pihaknya sudah berusaha menyelesaikan persoalan tersebut, antara lain dengan melakukan rembug desa dan memanggil dua perangkat itu. Namun, katanya, mereka tidak pernah datang. Karena pelanggaran yang dilakukan dua perangkat itu sudah termasuk kategori pelanggaran berat, maka ia menyerahkan sanksi pada pelanggaran itu untuk diputuskan oleh bupati. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -