BKD Tunggu Surat Resmi

317

WONOSOBO—Sedikitnya 610 pegawai honorer K2 asal Wo­nosobo lolos mengikuti selek­si calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal itu diumumkan melalui laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Meski begitu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonosobo belum bisa memberi keterangan pasti. Karena belum ada surat resmi.
“Kami belum terima surat resmi dari Kemenpan RB, jadi kami belum bisa menjawab. Kami juga mengakses lewat web,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wono­sobo, M. Zuhri kemarin (11/2).
Menurut Zuhri, jumlah pegawai honorer K2 asal Wonosobo yang mengikuti tes seleksi CPNS, sebanyak 1.493 orang. Dari jumlah itu, berdasarkan pengumunan di website dengan alamat cpns.menpan.go.id tercatat peserta seleksi asal Wonosobo 610 orang dinyatakan lolos. “Sekali lagi, kami mendapatkan data ini dari website dan belum mendapatkan surat resmi,” tegasnya.
Untuk itu, pihaknya menya­takan belum bisa menjawab sejumlah pertanyaan dari warga yang menanyakan tentang pe­ngu­muman kelulusan tersebut. Pihaknya khawatir seperti pada periode sebelumnya saat seleksi honorer K1 yang sudah diumumkan secara resmi, tiba-tiba dianulir. “Dulu pernah, pengumuman resmi, kami terima suratnya. Namun tiba-tiba pengumuman itu dianulir. Apalagi ini, yang kami belum terima surat resmi,” imbuhnya.
Zuhri menyampaikan, meski sudah diumumkan, kepada pa­ra pegawai honorer K2 dimin­ta untuk tenang. Agar tetap me­nung­gu surat yang dikirimkan dari Kemenpan RB. Selain itu, juga memastikan kepada semua peserta seleksi K2, tidak menerima telepon atau oknum dengan modus meminta imbalan atau syarat-syarat dengan indikasi penipuan.
“Kami minta semua tenang dan tidak mudah menerima informasi. Apalagi ada yang cerita mendapatkan telepon dari kemenpan RB,” katanya memberi saran.
Karena, kata Zuhri, tidak mung­kin dari Kemenpan RB melakukan hubungan melalui telepon dalam menyampaikan pengumuman ini. Kepada yang lolos maupun tidak, diminta waspada terhadap berbagai aksi penipuan. “Dalam situasi seperti ini, bisa saja ada pihak yang memanfaatkan,” ujarnya. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.