Longsor, 7 Rumah Warga Terancam

288

MUNGKID—Tebing setinggi 15 meter di Dusun Krajan Desa Pandansari Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, longsor. Tidak ada korban jiwa namun mengakibatkan sedikitnya 7 rumah berada di zona bahaya.
Bahkan, rumah Suwarto Suwardi, 60, sudah hilang di bagian terasnya. Kini jarak tebing dengan dinding rumah tak kurang dari 1 meter. Menurut Suwarto, longsornya tebing setinggi 15 meter dengan lebar sekitar 10 meter tersebut, terjadi malam hari usai hujan deras.
”Saya sempat mengungsi di rumah tetangga usai kejadian tersebut. Teras rumah yang sebagian telah hancur sudah dibongkar untuk keamanan,“ ucapnya.
Kepala Desa Pandansari, Hariyono mengatakan, longsornya tebing tersebut, mengancam sekitar 20 warga yang tinggal di kaki gunung Sumbing tersebut.
Ada tujuh rumah yang berada dalam posisi paling rawan. Tujuh rumah tersebut adalah milik Suwarto Suwardi, 60, Romlan, 50, Tamri, 43, Samri, 55, Saridah, 50, Supriyadi, 45, Marsindi, 61, dan satu kandang kambing.
”Longsoran ini dikarenakan hujan deras yang mengguyur. Kemungkinan, air hujan mengendap masuk ke lubang-lubang tanah dan menyebabkan longsor,” papar Hariyono.
Lebih lanjut Hariyono mengatakan, di wilayah desanya telah terjadi longsor selama dua kali. Longsor yang pertama terjadi sekitar tahun 2011. Saat itu, ada beberapa warga yang terpaksa mengungsi ke tetangga karena rumahnya terancam. Dia berharap, pemerintah setempat segera mengambil langkah untuk menanggulangi kejadian ini. ”Kami berharap Pemkab dapat melangkah dan menanggulangi hal ini, utamanya terkait penahannya bagaimana,” urainya.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo mengatakan, pihaknya sudah siap untuk melakukan langkah darurat dengan menggunakan bronjong. Bronjong tersebut, kata dia, akan dipergunakan untuk menahan tebing yang longsor.
”Dari pemantauan kami di lokasi, struktur tanah di wilayah tersebut memang terdiri dari konstruksi tanah liat, yang merupakan bidang gelincir.” (vie/lis)