Longsor, 7 Rumah Warga Terancam

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID—Tebing setinggi 15 meter di Dusun Krajan Desa Pandansari Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, longsor. Tidak ada korban jiwa namun mengakibatkan sedikitnya 7 rumah berada di zona bahaya.
Bahkan, rumah Suwarto Suwardi, 60, sudah hilang di bagian terasnya. Kini jarak tebing dengan dinding rumah tak kurang dari 1 meter. Menurut Suwarto, longsornya tebing setinggi 15 meter dengan lebar sekitar 10 meter tersebut, terjadi malam hari usai hujan deras.
”Saya sempat mengungsi di rumah tetangga usai kejadian tersebut. Teras rumah yang sebagian telah hancur sudah dibongkar untuk keamanan,“ ucapnya.
Kepala Desa Pandansari, Hariyono mengatakan, longsornya tebing tersebut, mengancam sekitar 20 warga yang tinggal di kaki gunung Sumbing tersebut.
Ada tujuh rumah yang berada dalam posisi paling rawan. Tujuh rumah tersebut adalah milik Suwarto Suwardi, 60, Romlan, 50, Tamri, 43, Samri, 55, Saridah, 50, Supriyadi, 45, Marsindi, 61, dan satu kandang kambing.
”Longsoran ini dikarenakan hujan deras yang mengguyur. Kemungkinan, air hujan mengendap masuk ke lubang-lubang tanah dan menyebabkan longsor,” papar Hariyono.
Lebih lanjut Hariyono mengatakan, di wilayah desanya telah terjadi longsor selama dua kali. Longsor yang pertama terjadi sekitar tahun 2011. Saat itu, ada beberapa warga yang terpaksa mengungsi ke tetangga karena rumahnya terancam. Dia berharap, pemerintah setempat segera mengambil langkah untuk menanggulangi kejadian ini. ”Kami berharap Pemkab dapat melangkah dan menanggulangi hal ini, utamanya terkait penahannya bagaimana,” urainya.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo mengatakan, pihaknya sudah siap untuk melakukan langkah darurat dengan menggunakan bronjong. Bronjong tersebut, kata dia, akan dipergunakan untuk menahan tebing yang longsor.
”Dari pemantauan kami di lokasi, struktur tanah di wilayah tersebut memang terdiri dari konstruksi tanah liat, yang merupakan bidang gelincir.” (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -