Alokasi Honor Tenaga K2 Ditambah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO – Alokasi honor untuk pegawai wiyata bhakti atau honorer K2 bersumber dari APBD kabupaten, yang tidak lolos dalam seleksi CPNS, rencananya akan ditambah. Namun untuk besaran tambahan honor, masih dirumuskan disesuaikan dengan besaran aloaksi yang ditetapkan APBD tahun 2014.
“Tahun ini, kami sudah ajukan Rp 5 miliar ke APBD kabupaten, untuk penambahan honor bagi pegawai honorer yang tidak lolos CPNS,” kata Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Wononosobo, M. Zuhri.
Menurut Zuhri, jumlah pegawai honorer K2 di Kabupaten Wonosobo sebanyak 1493 orang. Pada rekrutmen CPNS tahun ini, yang dilakukan oleh pemerintah pusat, sedikitnya 610 honorer K2 diumumkan lulus. Dengan demikian, alokasi anggaran yang sudah diajukan, direncanakan tetap akan diberikan, sehingga penerimaan pegawai honorer naik.
“Kami belum bisa memutuskan, berapa jumlah untuk kenaikan honorer. Karena masih menunggu surat resmi dari Kemenpan RB,”katanya.
Dikatakan, sebelumnya pegawai honorer K2, mendapatkan honor bersumber dari APBD kabupaten, tiap bulan nilainya Rp 100 ribu. Untuk meningkatkan honor, tahun ini sudah diajukan anggaran senilai Rp 5 miliar, yang nantinya akan diberikan kepada para pegawai honorer K2 dalam waktu setahun.
“Dalam penetapan APBD sudah muncul angkanya, namun untuk realiasi tentu menunggu surat resmi jumlah CPNS dari jalur honorer K2 yang diterima. Karena akan menentukan rumus alokasi honor dari kabupaten,” paparnya.
Ditambahkan, apabila jumlah pegawai honorer K2 asal Wonosobo yang diterima 610 orang, maka bila dilihat dari jumlah yang ada, hampir 45 persen sudah masuk PNS. Selama ini, para pegawai honorer selain menerima honor dari APBD, juga mendapatkan gaji dari pihak sekolah,atau kantor tempat bekerja.
“Untuk itu, agar nanti dalam penentuan tidak salah, tetap menunggu surat resmi Kemenpan sehingga ke depan tidak ada kesalahan dalam melakukan alokasi dana,” ungkapnya. (ali/lis)

Berita sebelumyaDitinggal Kerja Rumah Ludes
Berita berikutnyaFogging Tak Basmi DBD
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -