E-Ticket Tak Bisa Digunakan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

16 Mesin Rusak
BALAI KOTA — Program tiket elektronik (e-ticket) bus rapid transit (BRT) Trans Semarang, yang diluncurkan Selasa (11/2) lalu, rupanya hanya sekadar seremonial saja. Praktik di lapangan program tiket elektronik belum dijalankan. Proses pembayaran BRT masih dilakukan secara manual menggunakan karcis.
Bahkan sejumlah penumpang masih bingung untuk mendapatkan kartu elektronik pengganti tiket. Tak sedikit calon penumpang BRT kecewa atas program tiket elektronik yang belum bisa dijalankan. ”Katanya kemarin launching e-ticket, tapi ini kok masih pakai cara manual seperti biasa. Saya sendiri belum memiliki kartu elektronik itu, mau mendaftar juga bingung di mana, di selter juga belum menyediakan,” ujar Edi, 38, salah seorang penumpang yang setiap hari menggunakan BRT untuk perjalanan dari Mangkang ke Simpanglima itu.
Menurutnya, penggunaan tiket elektronik lebih praktis ketimbang pembayaran dengan uang. Saat ditemui di selter BRT Jalan Pemuda, dia masih memegang tiket manual untuk membayar BRT. ”Saya setiap hari saya nglaju Kendal ke Semarang (Simpanglima) menggunakan BRT, saya mulai naik BRT dari Mangkang. Jadi kalau ada e-ticket bisa lebih praktis tanpa harus mengeluarkan uang,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan Abdul, 29, warga Mijen yang sering menggunakan BRT koridor IV rute Mijen-Karangayu. Dia merasa kecewa karena tiket elektronik yang dia beli saat peluncuran di selter Simpanglima, dua hari lalu tidak bisa digunakan. ”Saya sudah beli e-ticket saat di-launching Selasa kemarin, dengan harga Rp 17,5 ribu untuk lima kali naik BRT. Tapi ternyata e-ticket belum bisa digunakan. Alasannya mesin belum siap. Kalau belum siap kenapa di-launching,” katanya.
Triana, salah seorang petugas tiket BRT koridor I mengaku, sistem tiket elektronik memang belum efektif dijalankan. Sebab, sejumlah mesin masih mengalami masalah. Sehingga transaksi masih dilakukan secara manual. ”E-ticket belum berjalan, alatnya masih trouble, sampai kapan saya kurang tahu. Belum ada pengumuman dari Dishub. Untuk sementara kita masih menggunakan cara manual,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi masalah tersebut, Kepala Badan Layanan Umum BRT Trans Semarang Bambang Kuntarso, mengakui tiket elektronik belum dijalankan. Salah satu faktornya adalah, ada beberapa mesin yang mengalami kerusakan. Dari 46 mesin, ada 16 mesin yang rusak. Saat ini masih dalam proses perbaikan. ”Untuk menjalankan program e-ticket, semua mesin harus zero trouble. Karena kalau tidak, bisa mengganggu pelayanan. Ketika semua BRT beroperasi lalu ada satu-dua mesin yang trouble bisa menghambat. Padahal semua menggunakan sistem komputerisasi,” kata Bambang Kuntarso kepada Radar Semarang.
Menurut Kepala BLU Terminal Mangkang itu, salah satu penyebab kerusakan mesin adalah goncangan. ”Mungkin karena jalanan yang berlubang, ketika BRT melintas terjadi goncangan dan akhirnya rusak. Kita sedang melakukan perbaikan, proses perbaikan kita lakukan malam hari, karena kalau pagi sampai sore BRT beroperasi,” ujarnya.
Bambang menampik anggapan peluncuran tiket elektronik gagal dan terlalu dipaksakan, sebab, setelah diluncurkan, sistem tiket elektronik sudah dijalankan. Namun saat itu masih sedikit sekali yang membeli kartu elektronik. ”Saat ini kita juga masih proses penjualan kartu. Kemarin sudah diuji coba tapi ada beberapa bus yang mesinnya bermasalah. Makanya kita hentikan dulu sementara, sembari menjual tiket, kita perbaiki. Insya Allah, Senin (17/2) besok sudah bisa dioperasikan secara serempak,” terangnya.
Manajer operasional BRT Joko Umboro menambahkan, selain masalah mesin, pihaknya juga tengah menyelesaikan beberapa kendala terkait sumber daya manusia (SDM). ”Kalau server tidak ada masalah, sementara ya penjualannya masih manual,” katanya.
Ia menjelaskan para petugas perlu menjalani beberapa pelatihan menggunakan sistem daring (online). Mereka perlu belajar cara memasukkan laporan keuangan langsung hingga melaporkan jumlah penumpang secara daring.
Belum beroperasinya tiket elektronik pasca peluncuran juga mendapat sorotan Ketua DPRD Kota Semarang, Wiwin Subiyono. Kemarin (13/2), legislator asal Fraksi Demokrat itu langsung melakukan sidak ke beberapa selter BRT di Simpanglima dan Pemuda. Hasil temuannya, tiket elektronik belum berfungsi.
Ia mendesak agar Dishubkominfo segera memperbaiki sistem tersebut jika memang bermasalah. Apalagi sistem tiket elektronik itu sudah diluncurkan oleh wali Kota Semarang. ”Jangan hanya peluncuran e-ticket itu sebatas formalitas saja. Kalau begini kan membingungkan masyarakat,” tandasnya. (zal/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -