Pengusaha Hotel dan Restoran Resah

328

Terkait Rencana Pencabutan Subsidi Listrik
SEMARANG – Kebijakan pemerintah terkait pencabutan subsidi listrik untuk golongan industri khususnya golongan besar dianggap juga akan merugikan bisnis perhotelan. Dampaknya, pengusaha juga akan berpikir ulang untuk investasi hotel ataupun restoran. Akibatnya, ke depan lapangan kerja bagi karyawan hotel dan restoran akan semakin minim.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan kebijakan akan ada pencabutan subsidi listrik di tahun ini khususnya industri golongan besar, yang dinilai tidak layak lagi mendapatkan subsidi karena dianggap sudah untung besar.
Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Benk Mintosih mengatakan, pemilik hotel maupun restoran keberatan dengan pencabutan subsidi tersebut. ”Dampaknya pengusaha hotel dan restoran akan lebih memperhitungkan keberadaan karyawan, menguntungkan atau tidak. Ujung-ujungnya akan ada penciutan jumlah karyawan,” kata dia.
Benk berpendapat, pencabutan subsidi listrik akan memberatkan operasional hotel maupun restoran, terutama untuk restoran kecil. Benk mengatakan, untuk total kebutuhan pengeluaran untuk energi listrik rata-rata 12 hingga 18 persen. Ditambah lagi besaran pengeluaran untuk karyawan sekitar 14 persen, untuk itu keuntungan kotor dari hotel maupun restoran sekitar 40 hingga 50 persen. ”Bisa dibayangkan berapa persen keuntungan bersih yang diterima,” jelasnya.
Tidak menutup kemungkinan, dengan dicabutnya subsidi tersebut, akan ada kenaikan tarif hotel. Ditambah lagi, hingga saat ini masih banyak hotel yang belum menaikkan UMK karyawan. ”Jika hotel sudah mulai menaikkan UMK karyawan, ada kemungkinan terjadi kenaikan tarif hotel,” jelasnya.
Untuk tahun ini, sudah ada kenaikan tarif hotel hingga 10 persen, namun demikian Benk mengatakan, kondisi tersebut wajar terjadi di setiap tahunnya. ”Kenaikan hotel di awal tahun biasa terjadi, salah satunya karena pengaruh dari inflasi,” kata dia.
Sementara itu, terkait dengan jumlah tamu hotel, Benk berharap ada sinergi antara hotel dengan pemerintah daerah agar bisa menarik masyarakat terutama dari luar kota supaya datang ke Semarang. (ars/smu/ce1)