Bentuk Komunitas Pelopor Sampai Desa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO—Satlantas Polres Wonosobo, tengah menyiapkan diri untuk melakukan sosialisasi dan pembentukan komunitas pelopor keselamatan lalu lintas, sampai tingkat desa. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka pelanggaran sekaligus membuka kesadaran masyarakat budaya selamat di jalan raya.
Menurut Kasatlantas Polres Wonosobo AKP Sukarwan, kasus kecelakaan yang terjadi, selama ini tidak hanya di pusat kota.Namun sejumlah kasus juga terjadi di tingkat kecamatan dan desa. Hal ini terkait dengan populasi jumlah pengguna kendaraan bermotor berkembang sampai desa. “Jumlah pengguna sepeda motor di desa terus meningkat, otomatis perilaku di jalan raya juga semakin meningkat,” katanya.
Sukarwan mencontohkan, dalam sebulan ini tercatat 9 kasus kecelakaan terjadi di Kecamatan Selomerto dan Leksono hingga menewaskan orang. Dari kasus ini, 7 kasus di antaranya terjadi malam hari dan di wilayah kecamatan. “Maka sangat penting melakukan sosialisasi dan membangun kesadaran pelopor lalu lintas sampai desa,” katanya.
Selain melakukan pembinaan, kata Sukarwan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika melakukan koordinasi terkait rambu jalan sekaligus penerangan jalan. Karena dari sekian kasus kecelakaan terjadi malam hari. “Sejumlah jalan antarkecamatan gelap. Hal ini tentu mengancam keselamatan pengguna jalan,” ungkapnya.
Untuk program pelopor keselamatan lalu lintas tingkat desa, pihaknya akan bekerja sama dengan Pemkab Wonosobo dan sejumlah sekolah. Harapannya program pelopor keselamatan lalu lintas tingkat desa ini, cepat terwujud dan menjadi pekerjaan bersama antara polisi dan pemerintah. “Kami juga akan teruskan sosialisasi ke sekolah tingkat SMP dan SMA, agar kesadaran berlalu lintas terus tumbuh,” katanya. (ali/lis)

Berita sebelumyaPemilu, PNS Harus Netral
Berita berikutnyaHujan Abu Hingga Sore
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -