Longsor, Kecamatan Wonoboyo Terisolasi

471

TEMANGGUNG—Bencana tanah longsor kembali menyerang Kabupaten Temanggung. Kali ini terjadi di Desa Lempuyang, Ke­camatan Candiroto. Akibatnya, ja­lur penghubung antara Keca­mat­an Candiroto dan Kecamatan Wonoboyo tertutup. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Longsor sendiri terjadi setelah kompleks kebun bambu yang berada di ujung barat desa tersebut ambrol. Akibatnya, beberapa rumah warga terhantam pepohonan bambu dan merusak bagian atapnya. Gundukan tanah sendiri menutup akses jalan. “Sekitar pukul 02.00 WIB kami mendengar ada suara gemuruh, tapi ketahuan kalau longsor paginya,” kata Wahyu Sulistyo, 36, warga sekitar.
Ia mengatakan, gundukan tanah yang menutup jalan membuat lalu lintas antarkecamatan tersebut mati total. Warga yang biasanya beraktivitas dan sekolah, harus memutar melalui desa lain lebih jauh 15 kilometer dari jarak biasanya.
“Biasanya kalau sekolah hanya satu kilometer, sekarang sampai 15 kilometer karena harus berputar,” terangnya.
Kepala Desa Lempuyang, Su­siati mengatakan wilayahnya merupakan daerah rawan longsor saat musim hujan. Beruntung longsor yang terjadi saat ini tidak berada di pemukiman warga sehingga tidak menyebabkan korban jiwa. “Laporan yang saya terima, hanya kerusakan bagian atap beberapa rumah warga, sekitar lima rumah karena terkena pohon bambu,” katanya.
Untuk membuka akses jalan, warga Dusun Trocoh dan Dusun Penungkulan yang berada pada lokasi bencana melakukan kerja bakti membuka akses jalan yang tertutup. Sejak pagi, ratusan warga kerja bakti membuang tanah dari jalan. “Sekitar pukul 15.00 baru selesai dan bisa dilewati lagi,” imbuhnya.
Kerja bakti membutuhkan waktu lama karena gundukan tanah serta batang pohon bambu terlalu banyak menumpuk. Sedangkan alat yang dimiliki masih tradisional. Meski demikian, semangat warga untuk kerja bakti berhasil membuka kembali akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut.
“Kami kerja bakti dengan cangkul, parang dan sabit, karena kami tidak ada gergaji mesin. Kami dibantu juga anggota koramil, polsek dan staf Kecamatan Candiroto. Alhamdulillah sampai sore sudah bisa dilewati kembali,” tambah Khamim Nuryanto, 45, warga sekitar. (zah/lis)