Satu Bulan 8 Penderita

282

WONOSOBO—Kasus HIV/AIDS di Wonosobo, seperti fenomena gunung es. Jumlah warga yang teridentifikasi positif terserang jenis virus ini, terus bertambah. Dalam sebulan pekerja lapangan (PL) Wonosobo Youth Center dan Dinas Kesehatan, mendapatkan 8 warga positif HIV/AIDS. “Ini memang seperti fenomena gunung es, jumlah penderita yang teridentifikasi terus bertambah,” kata Direktur Wonosobo Youth Center (WYC), kemarin (14/2) Jaelan kepada Radar Semarang.
Pria yang juga PNS di Dinas Kesehatan ini mengatakan, kenaikan jumlah penderita yang teridentifikasi ini, tidak lepas dari pola penjaringan dan pemantauan yang dilakukan WYC dan Dinkes. Pola yang dilakukan, dengan melakukan pendampingan terhadap populasi kunci seperti waria, pekerja seksual komersial, anak jalanan, dan sejumlah komunitas lain.
“Kerja sama dengan komunitas populasi kunci ini, yang memudahkan dalam proses identifikasi,” kata Jaelan.
Dikatakan dia, pada akhir tahun 2013, jumlah penderita HIV/AIDS di kota dingin itu mencapai 148 orang. Selama Januari bertambah 8 penderita lagi. “Tidak ada dua bulan, sudah bertambah 8 yang positif HIV/AIDS,” ujarnya prihatin.
Meningkatnya jumlah penderita itu, karena tiap hari sedikitnya 12 petugas lapangan melakukan pendampingan terhadap populasi kunci. Dengan pola ini, memungkinkan warga yang sebenarnya sudah positif HIV/AIDS namun lantaran tidak pernah melakukan pemeriksaan sehingga tidak pernah mengetahui.
“Kami akan terus lakukan pendampingan, tujuannya agar semua penderita bisa mengetahui dirinya positif,” ungkap pria yang akrab disapa Jay ini.
Dengan terkumpulnya jumlah penderita ini, kata Jay, akan memudahkan dalam pola penanganan sekaligus memotong mata rantai penularan. Karena para penderita didampingi, untuk bertindak positif sekaligus memahami bahaya dari penyakit ini.
“Misalnya ada seorang ayah yang positif, kami akan jelaskan agar melakukan hubungan dengan istri secara sehat. Karena bisa menularkan kepada istri sekali­gus kepada anaknya,” tuturnya.
Jay menambahkan, pola penyadaran ini dinilai berhasil. Selain menekan laju penularan, juga mampu memberikan semangat kepada penderita. Sasaran yang saat ini menjadi fokus pendampingan, terhadap para pemandu karaoke (PK) yang jumlahnya terus meningkat di Wonosobo, saat ini tercatat mencapai 58 PK yang didampingi.
“Kami jelaskan kepada PK, agar memeriksakan diri sedini mungkin. Karena beberapa ada yang tidak sekadar menemani menyanyi, namun juga hubung­an seksual,” katanya. (ali/lis)