Awasi Pembangunan Pasar Legi

314

TEMANGGUNG—Rencana pembangunan Pasar Legi Parakan yang peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada Selasa (18/2) hari ini, oleh kalangan DPRD Temanggung diminta agar diawasi secara jeli. Sebab, pekerjaan konstruksi besar harus diawasi agar tidak melenceng dari detail engineering design (DED) yang telah disusun.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Temanggung, Slamet Eko Wantoro mengatakan, tugas legislatif mengawal tahapan pembangunan pasar tersebut telah selesai, dengan ditandai penandatanganan kontrak pembangunan antara pejabat pembuat komitmen (PPK) dengan pihak pemenang lelang yakni PT Hutama Karya. “Tugas kami sudah selesai, antara pemerintah dengan pemenang lelang sudah melakukan penandatanganan, selanjutnya menjadi tugas eksekutif untuk melaksanakan pembangunan,” katanya.
Ia mengatakan, anggaran pembangunan pasar tersebut menggunakan APBD yang sifatnya multiyear, dengan menggunakan dana pinjaman dari PIP senilai Rp 90 miliar. Pemkab akan mengembalikan dana pinjaman uang tersebut sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara Pemkab dengan PIP (Pusat Investasi Pembangunan). “Pembangunan ini menggunakan dana APBD, jadi tidak ada tanda tangan kerja sama (PKS), yang ada penandatanganan kontrak pembangunan dengan pihak pemenang lelang,” tegasnya.
Ia berpesan, setelah pemkab melakukan peletakan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan pasar tersebut. Pemkab harus konsekuen dengan meneruskan pembangunan pasar tersebut. “Jangan hanya dimulai saja, tapi harus langsung dilakukan pembangunan, karena bukan hanya pedagang yang berharap pasar segera dibangun, tapi masyarakat sekitar juga sangat berharap pasar segera dibangun,” katanya.
Terpisah, Agus, 39, salah satu pedagangan di pasar darurat berharap, pembangunan Pasar Legi Parakan tidak seperti pembangunan pasar tradisional di daerah lain yang mengalami kendala di tengah jalan, sehingga pembangunan tidak sesuai dengan yang direncanakan oleh pemerintah. (zah/lis)