Petani Sayur Terancam Merugi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID—Sejumlah petani di Kabupaten Magaelang terancam merugi akibat guyuran hujan abu vulkanik Gunung Kelud. Sayuran akan mati jika dalam waktu tertentu tidak diguyur air hujan.
Direktur Pengambangan Agribisnis, PT Paskomnas, Soekam Parwadi, mengatakan, hujan abu Kelud dapat merusak tanaman lereng Merapi-Merbabu, serta daerah lain yang tertimpa hujan abu. ”Melihat lebatnya hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud, diprediksi banyak tanaman hortikultura yang rusak. Bahkan kerusakannya bisa lebih besar dibanding ekses erupsi Merapi 2010,” katanya, kemarin.
Dia mengemukakan, akibat erupsi Merapi 2010 harga sayur terutama cabai mencapai lebih dari Rp 100 ribu/kg.
Menurut dia, hujan abu Kelud cukup tebal jatuh di daerah Magelang, Magelang, Purworejo. Setelah abu vulkanik menutup tanaman tidak segera disusul hujan air yang deras hingga lima jam, dikhawatirkan tanaman berdaun lunak seperti cabai, tomat, kubis menjadi rusak berat.
Khususnya tanaman sayuran yang ada di radius 40 km dari pusat letusan, akan rusak berat. Kecamatan Kepung, Pare di Kediri yang merupakan sentra tanaman cabiai dan sayur. Begitu juga tanaman cabai, sayur lain dan buah-buahan dikawasan Blitar, Nongkojajar – Pasuruan, Pujon – Kota Batu yang juga merupakan kawasan hortikultura dapat mengalami kerusakan.
Soekam mengingatkan, dampak yang perlu diwaspadai adalah berkurangnya pasokan sayur ke pasar induk di Jawa Timur. Untuk itu Paskomnas mengharapkan para mitra pemasok yang selama ini memasok sayur dan buah dari Jawa Tengah ke Pasar Induk Tanah Tinggi, sebagian dialihkan ke Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS). (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -