Waspadai Pembelian Unggas Temanggung

342

WONOSOBO—Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Wono­so­bo, menyarankan kepada para pe­dagang unggas dan warga umum, untuk waspada saat membeli unggas di Kabupaten Temanggung. Hal ini, terkait dengan merebaknya kasus flu burung di kota tembakau itu.
“Masyarakat Wonosobo, kami minta waspada terhadap kemungkinan menularnya virus H5N1 dari daerah lain, mengingat sekarang ini kasus flu burung sedang berjangkit di Kabupaten Temanggung. Sudah ribuan unggas mati di sana,”kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Ikan Dinas Peternakan dan Perikanan Wonosobo, drh Sutomo kemarin (17/2).
Menurut Sutomo, dalam menekan bahaya penyerabaran avian influenza (AI) pedagang unggas dan masyarakat harus terlibat. Apalagi jarak antara daerah cukup dekat, sehingga transaksi jual beli unggas bisa terjadi kapan saja.
“Kami akan perketat pengawasan transaksi unggas dari daerah lain,”katanya.
Dikatakan, bahwa kasus flu burung untuk Kabupaten Wonosobo, sejak tiga tahun terakhir menurun cukup drastis. Dari data yang tercatat, tahun 2012 jumlah terdapat 7 kasus positif flu burung pada unggas dengan jumlah unggas mati sebanyak 1.875 ekor. Tahun 2013 hanya terjadi 2 kasus positif flu burung, pada unggas dengan jumlah unggas mati 176 ekor.
“Hal ini, tentu tidak lepas dari kegiatan penyemprotan pasar-pasar unggas yang rutin dilakukan oleh Dinasnakkan,” paparnya.
Selain pemerintah, kata Sutomo, peran masyarakat dan pedagang juga ikut menekan kasus penyebaran flu burung. Di antaranya, bekerja sama dengan tiap desa melakukan penyemprotan rutin kandang-kandang unggas milik warga, sehingga mampu menekan penyebaran virus flu burung.
“Kerja sama ini, juga patut dikembangkan dalam mengatur alur distribusi unggas dari daerah lain,” tandasnya.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada para pedagang unggas, untuk sementara tidak melakukan pembelian unggas dari daerah lain. Khususnya wilayah Temanggung, karena memasuki tahun 2014 ini, kasus flu burung sedang terjadi di daerah itu.
“Langkah ini dilakukan se­bagai antisipasi, agar penyebaran flu burung tidak masuk ke Wonosobo,” pungkasnya. (ali/lis)