Lalin Hewan Dipantau Ketat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID– Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang terus melakukan antisipasi terhadap penularan virus H5N1 atau flu burung (Avian Influenza) yang sudah ditemukan di Kabupaten Temanggung, beberapa hari lalu. Karena wilayah yang berdekatan, pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas (lalin) hewan ternak.
“Kita sedang melakukan program pengecekan rutin dan pengawasan di sejumlah pasar unggas khususnya yang berbatasan langsung denganTemanggung,” kata Kepala Bagian Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, John Ch Manglapy, kemarin.
Menurutnya, langkah itu dilakukan supaya unggas yang terkontaminasi penyakit flu burung dan penyakit menular lainnya, tidak masuk dan menyebar ke Kabupaten Magelang. ”Tapi paling penting kita harapkan masyarakat juga ikut membantu dengan mengecek hewan-hewannya. Kalau ada kematian mendadak segera hubungi kami,” terangnya.
Ditegaskan, sampai hari ini di wilayahnya belum ditemukan laporan terkait kasus AI tersebut. Bahkan pasca erupsi Merapi 2010 lalu, kasus AI menurun tajam. Hanya saja, pihaknya tetap waspada. Apalagi, musim penghujan masih berlangsung.
“Pada prinsipnya, untuk kasus AI ini kami tidak boleh lengah. Karena itu, langkah antisipasi terus kami lakukan. Di sisi lain, kami juga minta para pemilik unggas baik lingkup kecil maupun besar, untuk juga melakukan hal yang sama,” pintanya.
Selain itu, tambah Jhon, pihaknya juga sudah menyediakan stok vaksin maupun disinfektan. Untuk disinfektan, pihaknya menyediakan 57 liter sisa pengadaan tahun 2013. Sebelumnya pada tahun 2013 lalu, pihaknya mendapat jatah dari APBN 175 liter dan APBD Kabupaten Magelang sebanyak 134 liter.
“Untuk vaksin AI, di tempat kami masih ada sekitar 5 ribu dosis. Ini juga merupakan sisa dari pengadaan tahun 2013. Dimana pada tahun kemarin, kami mendapat jatah 20 ribu dosis. Sedang pengadaan tahun 2014 ini, kami belum mengetahuinya akan mendapat berapa. Ini karena APBD belum disahkan,” imbuhnya. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -