Pengurus Hanura Temui Tipikor

287

Dugaan Korupsi Dana Banpol
UNGARAN — Ketua DPC Partai Hanura, Kusulistyono dan Sekretaris DPC, Mangsuri, akhir pekan kemarin, mendatangi penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Semarang. Mereka datang untuk menjelaskan kepada penyidik, tentang tuduhan dugaan korupsi dana bantuan politik (banpol) yang dialamatkan kepadanya.
”Kami ini terbuka dan kooperatif tentang masalah itu, bahkan kami mendatangi penyidik untuk menyampaikan masalah tersebut,” ujar Kusulistyono, Minggu (2/3) pagi kemarin.
Kusulistyono mengatakan, kepada penyidik, Aiptu Sri Suhono, pihaknya menjelaskan tentang sejumlah orang yang mengadu. Ia mengklaim, pengadu saat ini bukan lagi pengurus partai. Ia juga mengklaim anggaran sudah digunakan sesuai peruntukannya.
Kusulis— panggilan intimnya— juga berani mengatakan, bahwa anggaran yang telah digunakan, tidak ada masalah. Alasannya, hasil pemeriksaan kantor Kesatuan Bangsa dan Politik serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tidak ditemukan adanya penyimpangan.
”Kami telah menjelaskan detail anggaran yang diterima dan anggaran itu telah digunakan sesuai aturan yang ada. BPK dan Kesbangpol juga menyatakan tidak ada temuan.”
Kusulis menyampaikan, sejumlah orang yang datang ke Mapolres Semarang, belum resmi melapor. Mereka baru pada tahap audiensi. Sebab, saat dimintai data dan surat pengaduan, pelapor yang dikomandani Is Suparmin, mantan Ketua PAC Bandungan, tidak bisa menunjukkan data-data tersebut. ”Ternyata baru sebatas audiensi, karena mereka tidak memiliki bukti-bukti yang komplet.”
Penyidik Unit Tipikor Polres Semarang, Aiptu sri Suhono membenarkan Kusulistiono dan Mangsuri datang menemuinya. Dua politisi itu datang untuk menanyakan kebenaran pelaporan mantan kadernya.
Selain itu, Kusulis dan Mangsuri juga membeber penggunaan dana dan status orang yang mengadukan, bukan lagi pengurus Hanura.
”Memang mereka menanyakan hal itu, dan kami sampaikan bahwa itu baru sebatas audiensi dan belum resmi melapor. Sebab, mereka belum menyerahkan identitas kepengurusan yang melapor dan dokumen bukti-bukti. Sampai sekarang, mereka belum menyerahkan berkas-berkas yang diminta,” ujar Suhono.
Seperti diberitakan koran ini beberapa waktu lalu, mantan Ketua PAC Hanura Bandungan, Is Suparmin dan beberapa ketua PAC dari kecamatan lainnya mendatangi Unit Tipikor Polres Semarang.
Sedianya mereka akan melaporkan kasus dugaan korupsi dana bantuan politik yang dilakukan pengurus DPC. Selang sehari setelah pengaduan mantan kader Hanura, Ketua DPC Kabupaten Semarang Kusulistyono menyatakan akan menuntut balik mantan kadernya yang telah mengadukan. (tyo/isk/ce1)