PKL Percontohan RW Disoal

291

KEDUNGMUNDU — Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Fatmawati yang dikelola pengurus RW II Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang dinilai menyalahi aturan yang ada. Satpol PP Kota Semarang berencana menertibkan PKL percontohan di 8 selter tersebut.
”Kalau namanya PKL, itu tidak permanen tetapi harus bongkar pasang,” ungkap Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Satpol PP Kota Semarang, Anicetto Magno da Silva.
Aniscetto menjelaskan, sebenarnya niat masyarakat membuka usaha di Jalan Fatmawati bagus. Hanya saja, harus disesuaikan dengan Perda No 10 tahun 2011. Pendirian PKL di bahu jalan tersebut tidak dikonsultasikan dengan Pemkot. ”Nanti akan kita tertibkan. Soalnya kalau tidak (ditertibkan), akan banyak muncul PKL lainnya yang melanggar Perda tetapi seperti dilegalkan,” katanya.
Ketua RW II Kelurahan Kedungmundu Rofiul Khafid menjelaskan, pendirian selter PKL tersebut didasari dari prestasi RW pada lomba penataan PKL. Kelurahan Kedungmundu mampu meraih juara 3 tingkat Provinsi Jateng. ”Jadi melalui lomba ini, kami mencoba untuk menerapkan,” katanya.
Sebelum didirikan selter, jelas Khafid, lokasi tersebut terlihat kumuh. Banyak ban bekas yang tak terawat sehingga menjadi sarang nyamuk. Sehingga pengurus RW berinisiatif untuk membangun selter agar lebih rapi.
Khafid juga menjelaskan, selter PKL tidak dibangun permanen. Sisi kanan, kiri dan belakang dibuat terbuka. ”Sebelumnya kami telah melakukan rapat untuk pembuatan tempat ini dengan Lurah Kedungmundu atau Camat Tembalang. Bahkan kami juga telah menembusi Dinas Pasar,” katanya.
Salah satu pedagang, Ahmad Saeful, 34, mengaku menyewa tempat berukuran 2 x 2 meter dengan biaya Rp 250 ribu per bulan. ”Dulu saya berjualan di PKL Taman Progo tetapi sekarang pindah di tempat ini. Kalau untuk keramaian, lebih ramai di PKL Taman Progo,” akunya. (hid/ton/ce1)