PKL Percontohan RW Disoal

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KEDUNGMUNDU — Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Fatmawati yang dikelola pengurus RW II Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang dinilai menyalahi aturan yang ada. Satpol PP Kota Semarang berencana menertibkan PKL percontohan di 8 selter tersebut.
”Kalau namanya PKL, itu tidak permanen tetapi harus bongkar pasang,” ungkap Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Satpol PP Kota Semarang, Anicetto Magno da Silva.
Aniscetto menjelaskan, sebenarnya niat masyarakat membuka usaha di Jalan Fatmawati bagus. Hanya saja, harus disesuaikan dengan Perda No 10 tahun 2011. Pendirian PKL di bahu jalan tersebut tidak dikonsultasikan dengan Pemkot. ”Nanti akan kita tertibkan. Soalnya kalau tidak (ditertibkan), akan banyak muncul PKL lainnya yang melanggar Perda tetapi seperti dilegalkan,” katanya.
Ketua RW II Kelurahan Kedungmundu Rofiul Khafid menjelaskan, pendirian selter PKL tersebut didasari dari prestasi RW pada lomba penataan PKL. Kelurahan Kedungmundu mampu meraih juara 3 tingkat Provinsi Jateng. ”Jadi melalui lomba ini, kami mencoba untuk menerapkan,” katanya.
Sebelum didirikan selter, jelas Khafid, lokasi tersebut terlihat kumuh. Banyak ban bekas yang tak terawat sehingga menjadi sarang nyamuk. Sehingga pengurus RW berinisiatif untuk membangun selter agar lebih rapi.
Khafid juga menjelaskan, selter PKL tidak dibangun permanen. Sisi kanan, kiri dan belakang dibuat terbuka. ”Sebelumnya kami telah melakukan rapat untuk pembuatan tempat ini dengan Lurah Kedungmundu atau Camat Tembalang. Bahkan kami juga telah menembusi Dinas Pasar,” katanya.
Salah satu pedagang, Ahmad Saeful, 34, mengaku menyewa tempat berukuran 2 x 2 meter dengan biaya Rp 250 ribu per bulan. ”Dulu saya berjualan di PKL Taman Progo tetapi sekarang pindah di tempat ini. Kalau untuk keramaian, lebih ramai di PKL Taman Progo,” akunya. (hid/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -