Bus Pariwisata Boleh Melintas

306

MUNGKID– Meski jalur alternatif melewati sabodam oprit Srowol dilarang dilintasi truk pasir, namun untuk bus pariwisata tetap diizinkan. Hal ini untuk mendukung pariwisata di Kabupaten Magelang.
”Khusus bus-bus wisata masih diperbolehkan lewat, karena hanya mengangkut rombongan wisatawan dengan bobot muatan yang terukur. Kami juga sudah sampaikan hal itu kepada warga yang diserahi menjaga portal di sana,” kata Pelaksana Teknik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengendali Lahar Gunung Merapi, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO), Heri Priyanto, kemarin.
Dari pantauan lokasi Selasa (4/3) kemarin, beragam jenis kendaraan pribadi bebas melintasi jembatan oprit sepanjang 90 meter dan lebar enam meter itu. Tapi pengendara harus berhati-hati saat melewati portal di dua ujung jembatan masing-masing setinggi 2,20 meter.
Sebagian pengendara sepeda motor juga memilih turut lewat jembatan operit itu, meski sudah diberi fasilitas tersendiri berupa jembatan gantung yang terletak di samping sabodam. Malah truk engkel juga
ikut-ikutan lewat jembatan sabodam senilai Rp 16 miliar tersebut.
Menurut Heri Priyanto, semua jenis kendaraan roda empat tidak dilarang untuk melewati jembatan sabodam Srowol.
”Namun untuk truk pengangkut pasir sama sekali dilarang melintasi jembatan sabodam itu, karena dipastikan muatan material yang diangkut melebihi batasan maksimal yakni 6 ton. Beban muatan lebih dari batasan itu, dikhawatirkan bisa merusak konstruksi jembatan,” katanya.
Terkait pengoperasian kedua portal di ujung jembatan, lanjut Heri Priyanto, diserahkan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang.
Hal itu didasari pertimbangan, sehingga tidak semua jenis kendaraan bebas melintas demi menjaga keawetan masa pakai bangunan. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.