Lima Rumah Diterjang Puting Beliung

361

MUNGKID—Sejumlah rumah di Kecamatan Srumbung dan Borobudur rusak akibat diterjang angin puting beliung, kemarin petang. Kerusakan terjadi di bagian atap karena tertimpa pohon dan terbawa angin.
Di Kecamatan Srumbung di­laporkan ada tiga rumah rusak. Tepatnya di Dusun Kradenan Lor dan Kradenan Selatan Desa Kradenan. Ketiga rumah itu dike­ta­hui milik Ishadi, Faturohman dan Nurrohman. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Peristiwa itu bermula ketika hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah lereng Merapi. Angin kencang sempat menerbangkan genting rumah warga. “Angin sangat kencang sekitar durasi 15 menit mengakibatkan genteng rumah warga beterbangan,” ujar Sekretartis Desa Kradenan Arip, kemarin.
Selain genteng rumah saling berterbangan, sedikitnya juga terdapat 4 pohon manggis tumbang mengenai 3 rumah warga tersebut. Ketiga rumah diketahui mengalami rusak pada bagian atap.
Hingga sore kemarin, sejumlah warga dibantu aparat dan relawan masih membersihkan puing-puing genting rumah. ”Satu rumah terkena bagian belakang, dan rumah lainya terkena bagian atap,” jelasnya, kemarin.
Di Kecamatan Borobudur, dua rumah di Dusun Bogowanti Lor, Desa Borobudur, tertimpa pohon bambu. Korban diketahui Punjul, 45 dan Haryanti, 43.
Arliani, 23 anak Punjul ini mengatakan kaget saat mendengar suara keras dari belakang rumahnya. Saat hujan deras bercampur angin itu dia berada di dalam ruang tamu bersama dua adiknya menonton televisi.
”Tiba-tiba ada suara keras seperti petir. Setelah suara itu, genting rumah saya rontok semua dan menimpa apa yang ada di dalam rumah,” ujar Arliani.
Setelah genting rontok dan menimpa rumahnya, dia melihat ratusan pohon bambu sudah ambruk di atap rumahnya. Air hujan masuk ke dalam rumah dan suasana sangat mencekam. Saat itu, dia lalu menyelamatkan adiknya Dimas yang masih bayi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo menje­laskan, pihaknya telah meninjau langsung ke lokasi kejadian. Sejauh ini, pihaknya telah memberikan paket bantuan berupa logistik yang dipergunakan untuk kerja bakti warga. ”Kami juga memberikan bantuan sekitar 1000 genting dari dana siap pakai BPBD. Kami mengimbau agar warga tetap waspada karena ini memasuki musim pancaroba,” jelas Joko.
Di Kota Magelang, sebuah ru­mah di Lembah Hijau juga roboh akibat luapan air dari saluran air di belakang komplek Akademi Militer. Kemarin, puluhan anggota TNI membantu melakukan pembersihan dan membenahi rumah itu. (vie/lis)